| Kamis, 20 April 2006 | NASIONAL |
Ancelotti Tetap OptimistisMILAN- AC Milan masih bisa melaju ke final Liga Champions meskipun dikalahkan Barcelona 0-1 dalam pertandingan pertama semifinal di San Siro, Rabu (19/4). Itulah ungkapan pertama yang kemudian ditegaskan lagi berulang-ulang oleh pelatih Milan, Carlo Ancelotti. Dia yakin timnya tidak membutuhkan keajaiban. Yang dibutuhkan adalah penampilan luar biasa. Milan yang sebenarnya lebih difavoritkan kalah akibat sebuah gol dari pemain asal Prancis, Ludovic Giuly pada menit ke-57. Kondisi itu memberi tim Spanyol keuntungan menghadapi pertandingan kedua pekan depan di Nou Camp (berita lain di halaman 14). Ancelotti, yang timnya sebelum ini tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan kandang dalam kompetisi Eropa, mengatakan, "Ini memang bukan hasil bagus. Namun saya pikir kami masih memiliki peluang untuk meraih kemenangan di Barcelona." "Kami tidak memerlukan keajaiban. Kami hanya membutuhkan penampilan luar biasa untuk dapat melaju," katanya. "Dengan apa yang kami buat dan bagaimana kami bermain, saya memang berpikir ini hasil yang buruk. Saya berharap dapat membayarnya pada pertandingan kedua." Ancelotti menyalahkan ketidakmampuan timnya untuk menyelesaikan empat peluang emas yang tercipta, oleh Alberto Gilardino, Andriy Shevchenko, dan Kaka. "Kami harus membayar kurangnya kecermatan di depan gawang. Kami bermain bagus untuk menciptakan beberapa peluang, namun tidak dapat menyelesaikannya." Milan tampil tanpa pemain depan yang terserang virus Filippo Inzaghi. Namun Ancelotti menolak mengritik pengganti pemain itu, Alberto Gilardino. Sejauh ini, belum satu pun gol dibukukan oleh Gilardino di tingkat Eropa. Padahal di liga domestik, dia adalah jagonya. Rijkaard Senang Pelatih Barcelona Frank Rijkaard, mantan rekan setim Ancelotti di Milan, sebaliknya tampak senang. Namun dia menegaskan bahwa timnya masih jauh dari final. Masih ada 90 menit yang harus dituntaskan di Nou Camp, 27 April mendatang. "Ini hasil yang sangat penting dan saya memberi selamat pada semua pemain. Kami bermain di tempat yang berat melawan sebuah tim papan atas. Itu tidak mudah," katanya. "Saya mengatakan bahwa ini merupakan pertandingan yang penting untuk melihat seberapa pantasnya kami. Penting untuk meraih kemenangan dan memiliki peluang yang lebih baik untuk dapat melaju." ''Tetapi hasil ini tidak membuat kami lolos. Masih ada 90 menit lagi yang akan menentukan siapa yang lebih berhak pergi ke Paris,'' tambahnya. Final Liga Champions akan digelar di Stade de Gerland, Lyon, 7 Mei mendatang. Seperti halnya Rijkaard, para pemain Barcelona juga berusaha keras mengendalikan perasaan senang mereka setelah kemenangan 1-0 itu. "Saya belum melihat puncak Menara Eiffel (di Paris)," kata kapten Barca, Carles Puyol diplomatis. "Saya menyadari sepenuhnya akan pentingnya kemenangan semacam itu di San Siro. Tetapi anda harus tahu, kami belum memenangi apapun, masih ada waktu 90 menit lagi." Ludovic Giuly, pencetak gol tunggal yang selama ini menjadi pemain cadangan selepas Barca mendatangkan Lionel Messi, mengatakan gol itu merupakan dorongan besar, bukan hanya bagi tim. "Umpan Ronaldinho sangat fantastis. Saya merasa senang karena mencetak gol. Itu sangat penting bagi tim dan bagi kepercayaan saya. Babak kedua milik kami. Kami menguasai pertandingan dan kondisi kami lebih baik secara fisik dibanding lawan." (rtr,F3-40) |