logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 April 2006 NASIONAL
Line

Tanjung Emas Dilengkapi Alat Pemantau Teroris

SEMARANG - Pelabuhan Tanjung Emas kini dilengkapi Automatic Identification System (AIS) Base Station Vessel Traffic Information System (VTIS). Peralatan canggih itu mampu digunakan untuk memonitor lalu lintas kapal sekaligus mendeteksi kemungkinan pergerakan objek pasif, termasuk pergerakan para teroris di laut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Ir H Harijogi mewakili Menteri Perhubungan Hatta Rajasa mengemukakan hal itu seusai meresmikan alat tersebut, di Kantor Distrik Navigasi Semarang di Jl Yos Sudarso, Rabu (19/4).

Hadir dalam acara itu, Kepala Kantor Adpel Tanjung Emas Drs Sukardi dan Direktur Navigasi Pusat Yuri Gunadi.

Setelah melakukan peresmian, Harijogi besama rombongan meninjau penempatan AIS di Kantor Distrik Navigasi dan Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas.

Harijogi menjelaskan, alat tersebut kini telah digunakan sebagai perangkat navigasi di lima pelabuhan yakni, pelabuhan di Semarang, Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Proses penggunaannya telah dirintis sejak diberlakukannya International Ship and Facility Security (ISFS) dan Amandemen SOLAS 2002, per 1 Juli 2004.

''Ini merupakan salah satu langkah konkret yang harus dilaksanakan untuk memenuhi aspek keselamatan transportasi laut secara internasional. Disadari, pemenuhan sarana navigasi sangat signifikan. Namun hal itu masih perlu ditingkatkan. Adapun pemenuhannya membutuhkan dana yang cukup besar dari pemerintah,'' paparnya.

Sementara itu, Sekjen Perhubungan Laut Captain Sri Untung mengatakan, teknologi canggih itu didesain sebagai pertukaran informasi secara otomatis antarkapal dan kapal dengan shore base station.

Informasi yang diperoleh, lanjut dia, berupa nama kapal, maritime mobile service indentities(MMSI), posisi, kecepatan dan haluan kapal, termasuk jenis kapal, ukuran (panjang, lebar, berat, draf kapal) serta kebangsaan kapal.

Bahkan jenis dan muatan kapal pun dapat diketahui bila input data telah lengkap.

AIS transponder bekerja dengan mode penyiaran di area sekitar 30 mil laut. Semua kapal yang dilengkapi alat itu dapat melihat satu sama lain melalui layar monitor. (G5-60v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA