| Kamis, 20 April 2006 | NASIONAL |
Dukung Nuklir Iran
JAKARTA - Duta Besar AS untuk Indonesia, Lynn B Pascoe menemui Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, di kantor Jln Kramat Raya, Jakarta kemarin. Pengasuh pondok Pesantren Al-Hikam Malang itu menyampaikan hasil kunjunganya ke Iran, sekaligus membicarakan soal ketegangan antara Iran dan AS. Kepada Dubes AS, B Lynn Pascoe, Hasyim Muzadi menyatakan mendukung proyek nuklir Iran. ''Sepanjang tidak digunakan untuk militer dan perang, kami sangat mendukung. Kalau untuk pertahanan sipil, kan semua negara pasti harus punya kekuatan. Persoalannya, Amerika kan tidak percaya nuklir Iran tidak untuk militer,'' tegasnya. Pertemuan itu berlangsung tertutup selama satu jam dari pukul 15.30 WIB hingga 16.30. Selain membicarakan kondisi Indonesia terkini, Hasyim menceritakan kepada Dubes AS mengenai hasil kunjungannya ke Iran pada 13-17 April lalu. ''Saya ke Iran atas undangan sebuah universitas, namun saya mendapat kesempatan bertemu Presiden Iran," ujar Hasyim usai bertemu Pascoe. Kunjungan PBNU ke Iran tersebut, kata Hasyim, memang ingin mengetahui secara langsung latar belakang munculnya ketegangan antara AS dan Iran. Dalam kesempatan tersebut, Hasyim menanyakan perihal itu secara langsung kepada Ahmadinejad. Tuduhan AS kepada Iran perihal pengembangan senjata nuklir, hingga saat ini belum ada bukti. Kepada Hasyim, Ahmadinejad dalam pertemuan itu mengaku bahwa pihaknya tidak mempunyai keinginan untuk mengembangkan senjata nuklir seperti yang dituduhkan AS dan sekutunya. Bahkan, Ahmadinejad berani bersumpah untuk membantah tuduhan itu. ''Bukti-bukti itu belum ada,'' tandasnya. Namun demikian, AS tetap bersikukuh atas pendiriannya bahwa Iran memang sedang mengembangkan program nuklir untuk kepentingan militer. Menanggapi hal itu, Hasyim mengatakan, tuduhan tersebut dilandasi oleh rasa ketidakpercayaan AS dan sekutunya terhadap Iran. PBNU sendiri yakin Iran tidak mengembangkan senjata nuklir, karena hingga saat belum ada negara-negara maju yang berani menggunakan senjata nuklir untuk perang. PBNU, lanjut Hasyim, belum yakin pengakuan Ahmadinejad dan dukungan PBNU terhadap Iran didengar oleh AS dan sekutunya. Dikatakannya, ia pernah meminta Amerika untuk tidak menyerang Irak. Kenyataanya, negara superpower tersebut tetap menyerang negeri Abu Nawas itu hingga hancur. Meski demikian, PBNU tetap berharap pihak-pihak yang memusuhi Iran, terutama AS, menahan diri. Mendapat penjelasan seperti itu, Dubes Lynn Pascoe tidak banyak komentar. Usai pertemuan, ia mengaku bertemu dengan Hasyim untuk membicarakan perkembangan Indonesia terkini serta mempererat hubungan PBNU dengan pemerintah AS. (di-64a) | ||||