| Kamis, 20 April 2006 | NASIONAL |
Warga Sekitar Merapi Hadapi Bencana (4-Habis)Tiap Malam Panjatkan Doa dan Beronda
MENGHADAPI gejala alam yang tidak bisa diperkirakan, manusia tak bisa berbuat apa-apa. Dalam kondisi seperti inilah, manusia terlihat pasrah. Mereka sadar, kekuatan alam tak akan bisa dilawan. Hanya kepada Yang Maha Kuasalah akhirnya segala doa dipanjatkan agar terhindar dari dahsyatnya alam. Seperti dalam menghadapi letusan Gunung Merapi, masyarakat sekitar lereng gunung tersebut tak henti-hentinya duduk bersimpuh memanjatkan doa. Tiap malam mereka membaca ayat-ayat suci Alquran memohon agar Tuhan melindungi seandainya Merapi sewaktu-waktu memuntahkan isi perut bumi. "Inilah yang bisa kami lakukan, berdoa semoga Allah selalu memberikan perlindungan pada umatnya,'' tutur Sriyanto, penduduk Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Doa dilakukan di masjid-masjid dan mushala serta di rumah warga. Doa-doa itulah yang membuat warga tetap merasa tenang. Kepercayaan bahwa Penguasa Jagat Raya bakal melindungi menjadikan mereka semeleh, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Namun, selain berdoa, mereka juga berusaha melakukan langkah-langkah terbaik dan tidak bertahan di sana apabila situasi memang gawat. Setiap malam, Sriyanto dan penduduk setempat usai berdoa, melakukan ronda melihat-lihat lingkungan sekitar sekaligus mengamati Merapi. Berbagai peralatan sudah disiapkan, terutama kentongan dan alat transportasi untuk mengevakuasi warga. Sementara itu, menjelang malam, anak-anak, perempuan, dan orang lanjut usia diinapkan di lokasi aman. Tanda Alam Ketenangan warga tampaknya karena mereka juga melihat tanda-tanda alam. Sampai sekarang belum ada hewan-hewan bermigrasi, turun gunung menuju perkampungan penduduk. Biasanya, salah satu pertanda Merapi akan meletus, hewan-hewan bakal berdatangan menuju kompleks perumahan. ''Hewan belum turun, alam masih tenang dan kami selalu berdoa. Inilah yang membuat warga tidak kemrungsung. Kami hadapi saja apa adanya tapi juga memikirkan langkah kalau saja bencana datang tiba-tiba,'' ujar Sriyanto. Tak jauh dari Kepuharjo, tepatnya di Dusun Kinahrejo, tempat sesepuh desa tinggal, Mbah Maridjan, suasana juga masih terlihat tenang. Warga melakukan aktivitas seperti biasa meskipun juga tetap menjaga kewaspadaan. Seperti pula Sriyanto, penduduk di sini terlihat pasrah. Mbah Maridjan sendiri beberapa hari terakhir ini sibuk menghadapi wartawan dari berbagai daerah. Namun dia tidak ingin berspekulasi soal letusan Merapi, hanya meminta semua berdoa memohon perlindungan Yang Kuasa. Doa membuat pikiran tenang, menep dan tidak neko-neko. ''Berdoa saja kepada Allah semoga tidak ada lagi korban berjatuhan ketika Merapi meletus,'' pinta laki-laki yang dikenal sebagai juru kunci Gunung Merapi tersebut.(Agung PW- 64v) | ||||