logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 April 2006 MURIA
Line

Penggabungan Sekolah Masih Dikaji Pemkab

KUDUS - Penggabungan sekolah dengan jumlah murid minim, saat ini masih dikaji. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kudus Drs Abdul Hamid MPd mengungkapkan, program penggabungan sekolah pernah dilakukan.Langkah itu ditempuh dengan tujuan agar pengelolaan sekolah lebih efisien.

Sebagaimana diberitakan, Selasa (18/4), keberadaan sekolah dengan jumlah murid sedikit mengakibatkan pengelolaan yang tidak efisien.

Salah satu solusinya, menurut anggota Komisi D Agus Darmawan, penggabungan sekolah yang bersangkutan dengan sekolah lain menjadi satu manajemen.

''Kami telah membentuk tim, antara lain terdiri atas unsur Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk mengkaji lebih mendalam rencana penggabungan sekolah,'' terang Hamid. Langkah pertama, tim akan melakukan survei ke sekolah-sekolah. Selanjutnya, dilakukan penentuan sekolah yang akan digabung.

''Penentuan sekolah yang digabung berdasarkan kriteria standar pelayanan minimal (SPM) sekolah. Salah satu syaratnya, murid per kelas minimal 20 orang,'' ungkap dia.

Lebih lanjut Hamid mengemukakan, persoalan juga terkait dengan tenaga pengajar. Nasib guru yang sekolahnya digabung, menurut dia, harus sudah dipikirkan sejak dini. ''Apakah guru dipindah atau dicari kemungkinan lain, masih harus dibahas lebih mendalam. Dalam proses ini, legislatif juga diikutsertakan,'' ujarnya. (H20-65m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA