logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 April 2006 INTERNASIONAL
Line

LINTAS JAGAT

Ayah Perkosa 5 Putrinya

SINGAPURA - Seorang warga Singapura dijatuhi hukuman penjara 32 tahun lantaran dia memerkosa lima putrinya sendiri yang masih di bawah umur. Pria yang beristri 10 orang dan memiliki 64 anak itu mengaku bersalah atas tuduhan pemerkosaan tersebut dan 34 tuduhan dakwaan lainnya.

Hakim Pengadilan Tinggi Tay Yong Kwang menyatakan bahwa terdakwa yang berusia 45 tahun itu melakukan pemerkosaan tersebut secara sistematis dan menyakitkan. Selain pidana penjara, pengadilan juga menjatuhkan hukuman cambuk sebanyak 24 kali kepada terdakwa.

''Para ibu kelima korban pemerkosaan itu tampaknya telah diperdaya oleh terdakwa. Kasus ini baru terungkap setelah seorang korban melarikan diri,'' kata hakim itu.

Pemerkosaan itu terjadi berkali-kali selama kurun waktu 18 bulan. Akibatnya, dua korban hamil, tetapi kemudian kandungan mereka digugurkan. Putri tertua pria itu melaporkan kasus pemerkosaan itu ke polisi Juni lalu.(rtr-ben-25)

Bersaksi saat Ultah

MANILA - Mantan Presiden Filipina Joseph Estrada memperingati ulang tahunnya yang ke-69 dengan pesta di sebuah gereja Manila, Rabu kemarin. Pesta itu dilangsungkan sebelum dia kembali menjadi saksi untuk membantah tuduhan merampas uang rakyat sebesar 80 juta dolar saat berkuasa.

Dikurung di vilanya saat pengadilannya memasuki tahun kelima, Estrada memperoleh izin pengadilan untuk menghadiri misa di Gereja St Peter. Di gereja itu, dia disambut oleh ribuan pendukung dengan tepuk tangan, menyalakan kembang api, dan band.

''Kebenaran juga dipenjara karena ambisi pribadi dan kepentingan segelintir orang,'' kata Estrada kepada massa pendukungnya lewat pengeras suara. Sekitar 200 polisi yang siaga menyaksikan pidato Estrada itu dari kejauhan. Aktor yang beralih profesi menjadi politikus itu meraih kemenangan mayoritas dalam pemilihan presiden tahun 1998. Dukungan besar berasal dari pemilih di pedesaan. Dia digulingkan 31 bulan kemudian oleh pemberontakan rakyat yang didukung militer, kelas menengah, dan para uskup Katholik Roma.

Dia membantah tuduhan menerima suap dari kelompok judi ilegal dan uang pajak tembakau. Dia mengatakan penggulingannya itu merupakan kudeta oleh para broker kekuasaan tradisional negara itu.(rtr-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA