| Selasa, 18 April 2006 | PANTURA |
Korban Longsor Masih MengungsiPEMALANG - Sedikitnya 50 korban longsor di Dukuh Gantungan dan Sukawera, Desa Telagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jumat dan Sabtu lalu, hingga kemarin masih mengungsi di tempat aman. Warga belum berani kembali ke rumah karena hujan lebat sewaktu-waktu turun. Apalagi, tanah perbukitan retak-retak sepanjang lebih kurang 300 meter. Jika hujan lebat itu turun terus menerus, ada kekhawatiran tanah yang retak itu terbongkah dan menjadi longsoran besar. Padahal, puluhan rumah berada di bawahnya. Kepala Desa Telagasana Khaeriyah menuturkan, warga dalam menghadapi bencana relatif tabah. Mereka tidak panik. Namun untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, dia menyarankan warga mengungsi ke tempat aman. Sebab, sudah terlihat retakan tanah di atas bukit yang memanjang. Untuk kebutuhan makan, masih dapat disediakan keluarga masing-masing sehingga belum perlu dapur umum. Kecuali, bila nanti ada kegiatan besar, seperti relokasi atau pemindahan rumah perlu didirikan dapur umum. Dalam upaya mengatasi longsor, warga bergotong royong menyingkirkan material tanah yang menutupi jalan dan yang masuk ke dalam rumah. Sementara itu, rumah yang rusak berat atau ringan masih mereka biarkan. ''Yang rusak ringan atau berat dikosongkan. Sebab, berbahaya jika sewaktu-waktu roboh,'' ucap Kades. Pendataan Bantuan material ataupun makanan dari Pemkab, hingga kemarin belum dikirim kepada mereka. Warga menghendaki ada bantuan material untuk perbaikan rumah. Serta, bantuan pengadaan tanah relokasi jika rumah mereka harus dipindahkan ke tempat aman. Menurut keterangan Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Subardi BA, bantuan Pemkab masih menunggu laporan dari warga desa ataupun kecamatan. Hingga Senin kemarin, bantuan belum bisa dikirimkan karena perlu pendataan lebih dahulu. (sf-52j) |