| Selasa, 18 April 2006 | PANTURA |
Persip Pekalongan Masih BerpeluangPEKALONGAN - Walau saat ini menjadi juru kunci di Grup F babak kedua kompetisi Divisi III PSSI Jateng, Persip Pekalongan masih berpeluang lolos ke babak selanjutnya. Dengan catatan, Laskar Kalong itu harus memenangi tiga pertandingan sisa melawan Persiwi Wonogiri, Persap Purbalingga (kandang), dan Persipa Pati (tandang). Pelatih Mulyono mengemukakan, peluang timnya untuk lolos memang masih ada tetapi sangat tipis. Sebab, saat ini timnya baru memperoleh nilai satu setelah bermain imbang dengan Persap. Sementara itu, salah satu dari tiga pertandingan berikutnya, para pemain harus melakukan pertandingan tandang di Kota Pati. ''Padahal, kesebelasan itu sangat sulit untuk dikalahkan di kandangnya,'' tegas dia kepada Suara Merdeka, kemarin. Meski sangat berat, Mulyono tetap bertekad mencuri poin penuh di kandang Persipa. Sebab, hanya itu satu-satunya cara jika ingin Persip lolos ke babak selanjutnya. Seandainya dalam duel tersebut bisa menang, peluang Laskar Kalong cukup terbuka. Karena saat menjamu Persiwi dan Persap di Stadion Kraton, dia optimistis timnya dapat menundukkan kedua kesebelasan itu. ''Kami bukan merendahkan kedua tim tersebut. Akan tetapi, mengingat bermain di kandang, saya yakin anak-anak akan bermain habis-habisan. Apalagi, saat bertanding akan didukung Kalong Mania,'' ujarnya. Selanjutnya dia mengungkapkan, ketika ditahan imbang Persap, tim asuhannya bermain sangat cantik, berbeda dari penampilan mereka ketika melawan tim Pati. Dia menyebutkan, saat itu hampir semua pemain bermain lugas dan lebih bersemangat daripada sebelumnya. Sejak awal pertandingan, Slamet dan kawan-kawan terus menekan pertahanan tim Purbalingga hingga pemain belakang mereka kerepotan. Dianulir Menurut pengamatannya, dalam pertandingan tersebut seharusnya mereka bisa menaklukkan tim lawan. Tembakan kaki kanan kapten Persip Slamet Riyanto ternyata dianulir wasit karena diduga telah off side terlebih dahulu. Bahkan, satu-satunya gol yang disarangkan pemain Persap ke gawang Joko Santoso dari titik penalti. ''Saat itu anak-anak protes atas keputusan wasit namun tetap saja tim lawan mendapatkan hadiah tendangan penalti,'' ungkap dia sambil menekankan, hal itu tidak perlu diungkit-ungkit lagi. (H4-17j) |