| Selasa, 18 April 2006 | PANTURA |
SLT Cair meskipun KKB HilangKAJEN - Tujuh puluh delapan penerima subsidi langsung tunai (SLT) yang gagal mencairkan dananya akibat kartu kompensasi BBM (KKB) mereka hilang dapat bernapas lega. Hal itu setelah mereka mendapat janji bisa mencairkannya. Ketua Komisi D DPRD HM Sjafrudin Huna SIP kemarin mengemukakan, pihaknya belum lama ini ke Jakarta untuk membicarakan masalah tersebut. Sayang, Menteri Sosial sedang ada urusan dinas. Yang dia temui adalah salah seorang Dirjen, Ghozali, didampingi Arief dari Kantor Pos Pusat. Setelah sekitar tiga jam berdialog, Departemen Sosial menjamin, 78 warga Kabupaten Pekalongan yang KKB-nya hilang tetap dapat mencairkan SLT. ''Jadi, tak perlu khawatir,'' tandas Sjafrudin. Teknis pencairannya, kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan harus lebih dahulu membuat berita acara tentang siapa saja yang kehilangan KKB dan dikirim ke Pemerintah Pusat. ''Depsos dan kantor pos pusat nantinya akan menerbitkan KKB baru buat mereka,'' ujarnya. Dalam waktu dekat, pihaknya akan membicarakan hasil perundingan tersebut dengan BPS. Dia mengharapkan, agar secepatnya ada tindak lanjut sehingga keluarga miskin yang terpaksa tak bisa mencairkan SLT beberapa waktu lalu bisa segera mencairkan. Seperti yang diberitakan Suara Merdeka (28/2), banyak penerima SLT tak bisa mencairkan dananya pada tahap kedua karena KKB mereka hilang. Jumlah penerima SLT tahap kedua di Kabupaten Pekalongan lebih sedikit dari sebelumnya, yaitu 78.071 orang. Sementara itu, tahap pertama 79.728 orang. (G16-17j) |