| Selasa, 18 April 2006 | PANTURA |
Ratusan Ha Tanaman Padi Diserang Keong EmasBREBES - Ratusan hektare tanaman padi di Desa Pagejugan, Kelurahan Pasarbatang dan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, diserang hama keong emas. Serangan hama mematikan itu sangat meresahkan kalangan petani. Pasalnya, binatang itu menyerang tanaman berusia muda sehingga tidak bisa tumbuh normal. Salah seorang petani asal Desa Pagejugan, Suratmi (40), menuturkan, hama keong emas mulai menyerang tanamannya sejak berusia seminggu. Hewan itu tiba-tiba muncul dan menyerang bagian akar serta daun. Akibatnya, pertumbuhan tanaman tidak normal. Bagian daun banyak yang berlubang dan akhirnya mati. ''Di desa kami ada sekitar 50 hektare tanaman padi yang terserang hama ini,'' ujarnya, Senin (17/4). Dia mengatakan, dari satu hektare tanaman padi miliknya hampir seperempat hektare habis diserang hama ini. Namun karena para petani belum tahu cara membasminya, mereka hanya mengupayakan secara manual dengan mengambil hama tersebut kemudian membakarnya. Selain di Pagejugan, ujar dia, hama keong emas juga telah menyerang tanaman di Kelurahan Limbangan Wetan dan Pasarbatang. Di dua kelurahan tersebut, luas areal yang terserang hampir sama dengan di desanya. Sementara itu seorang petani dari Kelurahan Pasarbatang, Jamroni (30), menuturkan, di wilayahnya lebih kurang 50 hektare lahan padi terserang hama mematikan tanaman padi itu. Binatang tersebut merupakan hama musiman yang selalu menyerang pada musim penghujan. Hanya, serangan kali ini lebih besar sehingga para petani gagal panen. ''Dari seperempat hektare tanaman padi, kini telah habis akibat serangan hama itu. Dengan demikian, terpaksa saya menanam lagi dengan bibit baru,'' ucapnya. Ciri hama itu biasanya menyerang pada malam hari. Serangannya sangat cepat. Pagi harinya daun-daun tanaman banyak yang rusak. Para petani berharap, pemerintah melalui Dinas Pertanian segera turun tangan untuk memberikan solusi dalam membasmi hama tersebut. Mereka sudah angkat tangan. Daerah Endemis ''Jika kondisi ini dibiarkan, tanaman kami bisa terancam gagal panen. Kalaupun bisa, hasilnya hanya setengah dari panen normal,'' ucap Jamroni. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Konservasi Tanah Kabupaten Brebes Ir Daryono melalui Kasi Pemberantasan Penyakit Subdin Tanaman Pangan Ir Waluyo mengemukakan, lahan di Desa Pagejugan merupakan daerah endemis keong emas. Hingga kini memang belum ada pestisida yang dapat memberantas hama tersebut. Untuk mengatasinya, pihaknya sementara menggunakan cara manual, yaitu dengan memasang ajir-ajir bambu. Yaitu membelah bambu menjadi beberapa bagian kemudian menancapkannya ke bagian tengah atau pinggir lokasi yang terkena hama. Biasanya hama keong emas dalam bentuk ulat akan naik atau menempel di bambu tersebut. Petani dapan mengerok dan kemudian membakarnya. Menurut keterangan Ir Waluyo, data di kantornya menunjukkan, hanya wilayah Desa Pagejugan yang terserang hama tersebut. Itu pun baru sekitar 0,25% dari 10 hektare arelah tanaman padi. Sejauh ini pihaknya belum menerima laporan, serangan hama itu di desa atau kelurahan lain. (bs,wh-17j) |