| Selasa, 18 April 2006 | MURIA |
Eksplorasi Minyak dalam Bingkai FotoKOBARAN api yang menyembur saat musibah kebakaran empat gerbong kereta api (KA) pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di Cepu, Blora, setahun silam, diamati salah seorang pengunjung pameran foto di Gedung Sasana Bakti, kemarin. Remaja yang mengaku masih duduk di kelas II salah satu SMK di Blora itu seakan tidak percaya, kobaran api menyembur sedemikian hebat. Kegelapan malam yang menyelimuti Cepu, 24 Oktober 2005, menambah kejelasan lidah api yang membumbung tinggi hingga 20 meter. ''Kobaran api besar sekali,'' gumamnya. Foto-foto musibah kebakaran empat gerbong KA setelah ditabrak mobil pikap itu merupakan satu dari 249 foto yang ditampilkan dalam rangka memeriahkan deklarasi Konsorsium Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Blora-Blok Cepu, kemarin. Ikut ditampilkan pula dalam pameran yang dibuka Bupati Blora Ir H Basuki Widodo itu, foto peristiwa semburan minyak (blow out) di Sumur RBT 1, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora pada 25 Februari 2002. Risiko Warga Ketua Konsorsium LSM Blora-Blok Cepu Amien Farid SH mengemukakan, pihaknya sengaja menampilkan foto kejadian yang mengiringi eksplorasi minyak di Blora dengan tujuan, mengingatkan risiko yang bakal ditanggung warga. Menurut alumnus Universitas Muhammadiyah Malang tersebut, warga sekitar lokasi eksplorasi minyaklah yang pertama merasakan dampak negatif dan positif dari proyek tersebut. Maka tidak mengherankan, dalam pameran ditampilkan pula kondisi masyarakat sekitar sumur minyak. Seperti kemiskinan yang masih dirasakan warga, termasuk kerusakan fasilitas umum. Padahal triliunan rupiah dihasilkan dari eksplorasi minyak di tempat tersebut. Dia mengatakan, foto-foto yang dipamerkan itu merupakan koleksi pribadi anggota konsorsium LSM, media massa, dan beberapa pihak yang turut memperhatikan perkembangan dunia perminyakan di Blora ''Foto-foto ini kami kemas sedemikian rupa supaya menjadi pelajaran bagi kita semua,'' ucapnya. Amien menyebut, seluruh komponen LSM yang tergabung dalam konsorsium telah berkomitmen turut serta mengawasi proyek perminyakan di Blora. (Abdul Muiz-65m) |