| Selasa, 18 April 2006 | MURIA |
Pengidap HIV di Pati 25 Orang
PATI - Jumlah pengidap HIV di Pati saat ini mencapai 25 orang. Kebanyakan mereka adalah pekerja seks komersial (PSK) yang diduga masih melakukan praktik mesum di sejumlah warung remang-remang. Kasubdin Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (P2MPLP) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati dokter H Sulistyono mengakui hal itu. Menurut dia, dengan kondisi itu, para lelaki hidung belang dan PSK sangat berisiko tertular virus mematikan tersebut. Sebab kecenderungan praktik berhubungan seks dengan berganti-ganti pasangan dalam dunia prostitusi, tak bisa dihindari. Lebih memprihatinkan lagi, jika sampai ada lelaki hidung belang yang berhubungan intim dengan PSK pengidap HIV dan menularkannya kepada pasangan sah (istri) di rumah. Meskipun Dinkes telah mengambil sampel darah para PSK, mereka tidak bisa berbuat banyak. Bahkan, mereka tidak mengetahui identitas PSK yang terinfeksi HIV. ''Sebab pemeriksaan untuk mengetahui apakah mereka mengidap HIV atau tidak adalah wewenang laboratorium kesehatan,'' ujarnya. Pos Khusus Di samping itu, lanjut Edy, nama-nama pengidap HIV tidak bisa dipublikasikan sehingga pihaknya tidak mengetahui PSK pengidap HIV yang hingga sekarang masih menjadi penghuni warung remang-remang. Sementara itu, dari sepuluh kabupaten/kota di Jawa Tengah, Pati termasuk pihak yang akan mendapat bantuan Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) dari Komite Penanggulangan AIDS (KPA) Pusat. Dengan demikian, bila ada pengidap virus HIV atau yang berisiko tinggi tertular, untuk sementara bisa dirujuk ke klinik tersebut. Lokasi pos khusus VCT yang tepat adalah rumah sakit sehingga lebih memudahkan mereka yang akan memeriksakan diri. (ad-65m) |