logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 April 2006 MURIA
Line

Kelangkaan SP-36 Dinilai Makin Parah

  • Petani Minta Tambahan Pasokan

KUDUS - Sudah sebulan ini, petani mengeluhkan kelangkaan pupuk SP 36 untuk tanaman padinya. Kondisi tersebut dinilai sudah semakin parah, mengingat dari hari ke hari keberadaan penyubur tanaman tersebut makin sulit ditemukan.

Beberapa petani yang ditemui di Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kudus, kemarin mengeluhkan kondisi tersebut. Pasalnya, ketiadaan komoditas tersebut di pasaran dikhawatirkan akan mengancam tanaman padi miliknya.

''Saat ini saya sulit mencari pupuk SP 36. Padahal beberapa waktu lagi saat pemupukan tiba,'' kata seorang petani, Sukamto

Untuk musim tanam (MT) II ini, dirinya membutuhkan 200 kg SP 36. Jika barangnya ada, harganya mencapai Rp 90 ribu per 50 kg.

Petani lainnya, Bari menyatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak sebulan terakhir. Selain SP 36, pupuk lainnya yakni jenis phonska, juga mulai menghilang di pasaran.

Menipis

Sementara itu, salah seorang pengecer, Suntoyo, membenarkan ketersendatan pasokan pupuk jenis tersebut. Untuk pupuk jenis SP 36 stok yang dimilikinya juga sudah menipis. Begitu pula dengan phonska dan ZA. ''Dalam sebulan ini memang belum ada tambahan pasokan untuk ketiga jenis pupuk tersebut,'' ujarnya.

Biasanya, jenis SP 36 pihaknya dijatah empat ton per bulan, sedangkan phonska sebanyak dua ton. Adapun jenis urea, saat ini tak ada masalah berarti. ''Berapa pun petani minta, pasti akan dilayani, karena jumlahnya cukup banyak,'' ujarnya.

Menurut Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kudus, Zainal Arifin, salah satu penyebab seretnya pasokan pupuk tersebut, karena tak adanya distributor untuk wilayah Kudus. Untuk memenuhi kebutuhan petani, terpaksa mendatangkan dari Pati.

''Kami mengusulkan agar pihak pabrikan pupuk tersebut menujuk perwakilan atau distributornya di Kudus,'' ujarnya. (H8-54)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA