| Selasa, 18 April 2006 | INTERNASIONAL |
Rafsanjani Tuduh Amerika Kobarkan Perang Urat SyarafDAMASKUS - Mantan Presiden Iran Hashemi Rafsanjani, Minggu lalu, menuduh Amerika Serikat mengobarkan ''perang urat syaraf'' terhadap Teheran. Dia mengatakan serangan Amerika terhadap Republik Islam bukan demi kepentingan Washington. Rafsanjani, yang mengetuai Dewan Kelayakan yang menengahi parlemen Iran dan hierarki ulama, mengatakan upaya negara-negara Barat untuk menghentikan program nuklir Teheran ''tidak adil''. ''Keberhasilan Iran memperkaya uranium untuk kepentingan negara-negara di kawasan itu dan seluruh negara Islam,'' katanya. Dia menyatakan kembali sikap pemerintah bahwa program nuklir Iran tidak dimaksudkan untuk menyakiti satu negara pun di kawasan itu. ''Jika Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran, hal itu bukan demi kepentingan negara tersebut maupun kepentingan kawasan itu secara keseluruhan,'' kata Rafsanjani pada konferensi pers bersama Wapres Suriah Farouk al-Sharaa di Damaskus. Dia menyatakan yakin bahwa Amerika Serikat ''tidak mampu menanggung risiko atau terlibat dalam perang baru di kawasan itu tanpa membahas alasannya dengan serius.'' Laporan-laporan media AS menyebutkan Pemerintahan Presiden George W Bush tengah mempertimbangkan serangan militer ke Iran karena program nuklirnya. Washington mengklaim aktivitas itu dirancang untuk membuat senjata nuklir. Iran menyatakan program nuklirnya benar-benar untuk membangkitkan tenaga listrik. Inginkan Negosiasi Presiden Bush membantah laporan tentang rencana serangan itu sebagai ''spekulasi liar''. Pekan lalu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengumumkan bahwa Iran berhasil memperkaya uranium, yang bisa digunakan untuk bahan bakar reaktor nuklir atau membuat bom atom. Iran menolak tuntutan Dewan Keamanan PBB agar menghentikan proses pengayaan itu pada 28 April mendatang. Sekjen PBB Kofi Annan menginginkan negosiasi untuk mencari solusi atas krisis ambisi nuklir Iran. Hal itu diungkapkan dalam wawancara yang disiarkan Minggu lalu di harian ABC.(ap-niek-26) |