logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 April 2006 INTERNASIONAL
Line

Qatar Juga Bantu Hamas 50 Juta Dolar AS

DOHA - Bantuan dana kepada pemerintahan Hamas rupanya mulai mengalir. Setelah iktikad bantuan dari Rusia dan kucuran dana dari Iran, pemerintahan Hamas akan mendapat dukungan dana dari Qatar sebesar 50 juta dolar AS.

Keputusan Qatar memberikan bantuan termasuk mengejutkan, sebab negara itu adalah sekutu dekat Amerika Serikat. Qatar Senin kemarin menyatakan akan memberi bantuan 50 juta dolar AS bagi pemerintahan Hamas kendati Washington dan Uni Eropa menghentikan bantuan keuangan terhadap pemerintahan Palestina hasil pemilu ini.

Qatar menyatakan, pemberian bantuan itu merupakan wujud dukungan Qatar bagi rakyat Palestina.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan, sebagian dari uang itu adalah sumbangan Qatar untuk 55 juta dolar AS sebulan sebagaimana dijanjikan para pemimpin Arab saat Konferensi Tingkat Tinggi Maret lalu.

Qatar tidak menjelaskan kapan dan bagaimana uang itu akan dikirim ke Otoritas Palestina. Karena takut terkena sanksi Amerika, banyak bank saat ini tidak mau bertransaksi dengan Hamas.

Sejak memerintah pada 29 Maret, otoritas Hamas terbelit kesulitan keuangan karena Israel dan Barat menghentikan aliran dana. Barat menghentikan bantuan keuangan, sedangkan Israel tidak membayarkan pajak yang menjadi hak Palestina.

Hamas diharuskan mengakui dulu keberadaan negara Yahudi, tunduk pada kesepakatan perdamaian dan menumpas kekerasan bila ingin memperoleh kembali bantuan senilai ratusan juta dolar AS.

Qatar sendiri adalah negara pertama yang dikunjungi delegasi Hamas awal tahun ini saat para pejabat Otoritas Palestina berusaha menggalang dana.

Pada Minggu lalu, Iran memberikan dana bantuan sebesar 50 juta dolar AS untuk mengisi kas pemerintahan Hamas.

Berhemat

Ketiadaan dana membuat para petinggi Hamas harus sangat hemat dalam beraktivitas. Ketika Perdana Menteri Ismail Haniyeh berkeliling Jalur Gaza, tidak ada kawalan dan konvoi kendaraan.

Haniyeh biasanya hanya menggunakan dua mobil sipil dan dikawal beberapa orang dali kelompok militan Hamas. Para pemimpin Palestina sebelumnya selalu dikawal puluhan polisi diiringi konvoi kendaraan.

Haniyeh hanya menggunakan Mercedes silver 1994. Para ajudan mengatakan, pemimpin senior Hamas ini tidak ingin tampil berlebihan.

''Dia yakin dia akan aman dan tidak perlu mempertontonkan kekuatan senjatam,'' kata Ahmed Youssef, penasihat politik Haniyeh.

Kekosongan dana makin memicu protes seputar penundaan pembayaran gaji pegawai pemerintah. (rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA