logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 April 2006 INTERNASIONAL
Line

Bom Meledak di Tel Aviv

  • Sembilan Orang Tewas, 60 Luka-luka

TEL AVIV - Seorang militan Palestina meledakkan diri dengan bom di kota Israel Tel Aviv Senin kemarin. Ledakan di sebuah kios roti ini menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai 60 orang.

Ledakan itu terjadi di dekat terminal bus lama di Tel Aviv. Dinas Pertolongan Darurat ZAKA menyatakan, jumlah korban tewas mencapai enam orang, termasuk si pengebom. Dinas Ambulans Magen David Adom memperkirakan, jumlah kurban luka sedikitnya 30 orang.

Beberapa saksi mata menuturkan, mereka melihat seorang pria meledakkan diri. ''Saya melihat seorang anak muda. Dia membawa tas berwarna biru. Dia dicegat oleh seorang petugas keamanan. Petugas itu menanyakan isi tas tersebut. Dia membuka tas itu dan tiba-tiba bom meledak,'' kata Moussa al-Zedad di lokasi kejadian.

Kelompok militan Jihad Islam dan Brigade Jihad Al-Aqsa menyatakan diri sebagai pelaku serangan itu. Kedua kelompok itu punya kaitan dengan gerakan Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

''Ledakan yang terjadi sangat keras. Sulit rasanya percaya telah terjadi insiden itu,'' kata Yossi Bar, seorang sopir taksi.

''Saya sungguh-sungguh nelangsa,'' kata Asher Bracha (46), pemilik sebuah pasar kecil di dekat kios yang dibom tersebut. ''Saya mendengar bunyi ledakan memekakkan telinga. Saya tahu, itu pasti serangan bom.''

Pengeboman itu terjadi justru saat Perdana Menteri Ehud Olmert sedang berusaha membentuk pemerintahan koalisi. Serangan ini juga kebetulan berlangsung hanya selang tiga minggu setelah kelompok militan Hamas memegang tampuk pemerintahan Palestina.

Respons Israel

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan, Otoritas Palestina pimpinan Hamas harus bertanggung jawab atas serangan itu. Olmert mengatakan, dia sedang menimbang-nimbang aksi balasan.

Olmert saat kampanye untuk pemilu 28 Maret lalu sudah berjanji akan menggunakan ''tangan besi'' melawan militan-militan Palestina. Dia mengatakan, Israel akan merespons secara sepantasnya pengeboman itu. ''Kami akan merespons serangan itu. Kami akan terus bertindak dengan segala cara untuk mencegah kejadian ini terulang lagi,'' kata dia.

Gedung Putih juga bereaksi keras atas pengeboman itu. ''Tindakan itu adalah perbuatan teror yang tidak bisa dibenarkan apa pun alasannya,'' kata juru bicara Gedung Putih Scott McClellan.

Saeb Erekat, ajudan senior Abbas alias Abu Mazen, mengatakan, ''Saya atas nama Presiden Abu Mazen mengutuk keras serangan itu. Saya mendesak seluruh faksi Palestina menghentikan aksi kekerasan. Serangan semacam itu malah mengacaukan kepentingan Palestina.''

Serangan Balasan

Tayangan televisi Israel memperlihatkan, situasi kepanikan melanda lokasi kejadian. Percikan darah mengenai baju orang-orang di dekat ledakan bom itu. Komandan Polisi Danny Chen membenarkan, pelaku serangan itu adalah pengebom bunuh diri.

Seorang pemimpin senior Brigade Jihad Al-Aqsa di Tepi Barat mengatakan, serangan itu merupakan pembalasan atas serbuabn Israel di Jalur Gaza. ''Operasi itu adalah balasan kami atas pembantaian oleh Israel terhadap orang-orang kami di Gaza,'' kata militan itu. Israel belum lama ini menggempur posisi militan di Jalur Gaza dengan serangan udara dan artileri.

Serangan bom bunuh diri terakhir kalinya di Israel terjadi pada 19 Januari. Serangan ketika itu hanya menewaskan si pengebom. Pengeboman ini terjadi di dekat lokasi pengeboman Senin kemarin.

Kelompok militan Jihad Islam juga menandaskan, mereka akan menyerang orang-orang Yahudi di luar negeri untuk mendesak Israel membebaskan sekitar 8.000 tahanan Palestina yang masih dipenjara di Israel.

Sementara itu, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri menyebut serangan itu sebagai akibat wajar dari kejahatan Israel yang terus menerus dilakukan terhadap rakyat Palestina.

''Pendudukan Israel membawa akibat berlanjutnya agresi ini. Rakyat kami berada pada situasi pertahanan diri dan mereka berhak menggunakan segala cara untuk mempertahankan diri,'' tambahnya.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA