logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 April 2006 PANTURA
Line

Berburu Hantu di SMA Pangkah, 11 Jin Ditangkap

''KAMU telah mengacak-acak kami. Kamu harus bertanggung jawab.'' Suara berat itu terdengar dari mulut Musofi, guru SMA Negeri Pangkah, Kabupaten Tegal yang diduga kerasukan jin. Lelaki itu terduduk di tanah, kepalanya tertunduk sembari digeleng-gelengkan.

Mengetahui ada yang kesurupan, empat orang yang mengenakan pakaian gamis menghampirinya. Dia meminta kepada jin yang merasuki sang guru untuk segera pergi. Namun karena tidak keluar-keluar, akhirnya jin tersebut dikeluarkan.

Sementara itu, puluhan orang mengerumuni proses ritual perburuan hantu yang dilakukan tim Pemburu Alam Misteri dari stasiun televisi swasta Lativi. Beberapa kamerawan terus merekam semua kejadian.

''Di sini yang paling berat,'' ujar Ki Gusti Candra Putih, seorang ustad yang ikut memburu hantu di lapangan basket sekolah itu.

Menurut keterangan Bowo, kontributor Lativi, dalam perburuan tersebut timnya menangkap 11 jin. Kemudian, jin tersebut dimasukkan ke dalam guci kecil. Menurut rencana, makhluk gaib tersebut akan dipindahkan ke laut sehingga tidak menggangu manusia.

''Selain Ki Gusti, ustad lainnya yang ikut dalam perburuan adalah ustad Syarif Hidayatullah, Azis Hidayatullah, dan Khariri Mak. Pelukisnya adalah Soleh Pati,'' tuturnya.

Rasa Takut

Saat melakukan pemindahan jin, tiba-tiba di antara kerumunan orang terdengar jeritan seorang siswi. Diduga dia kesurupan. Lalu dia diobati para ustad hingga siuman. Kejadian tersebut mengagetkan puluhan orang yang tengah menyaksikan kegiatan itu. Akibatnya, beberapa penonton diselimuti rasa takut namun tetap penasaran mengetahui setiap prosesi pemindahan makhluk gaib itu.

Sebelumnya, 11 siswa SMA Negeri Pangkah di Jalan Raya Kalikangkung Pangkah, Kabupaten Tegal kesurupan pada Selasa (21/3) - Rabu (22/3). Kejadiannya sekitar pukul 09.30. Bermula, ketika para siswa kelas 11 Jurusan Bahasa sedang mengikuti pelajaran sejarah. Tiba-tiba mereka menjerit secara bergantian, kejang-kejang, dan lunglai.

Mereka lalu dibawa ke ruang unit kesehatan sekolah (UKS) dan mushala sekolah. Dalam kejadian itu, ada siswi yang menangis, meronta-ronta. Ada pula yang hanya terdiam. (Aris Mulyawan-17j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA