logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 April 2006 PANTURA
Line

Manfaatkan Barang Tak Terpakai

PARA petani nanas dan pisang mungkin tidak pernah menyangka jika tanaman yang baru mereka panen ternyata masih bisa menjadi barang mahal. Biasanya, mereka hanya mengambil buahnya sedangkan daunnya akan mereka manfaatkan untuk makanan ternak.

Namun Abdul Kadir, pemilik toko batik Ridaka di Jalan Agus Salim, Kampung Klego Gang 6 Nomor 4, Kota Pekalongan, memberikan tambah pada pemanfaatan daun itu. Barang tak terpakai itu bisa dia ''sulap'' menjadi salah satu kerajinan unik dan berharga mahal.

Mereka tidak tahu, jika serat di dalam daun itu dapat menjadi bahan baku kain.Thuraya, salah seorang putri Abdul Kadir, mengungkapkan, ayahnya merintis produksi kain batik dari serat nanas dan pisang sejak 1940. Ketika itu, ayahnya berjalan-jalan ke desa dan menyaksikan para petani sedang panen nanas.

''Saat itu ayah berpikir, sangat sayang jika semua tanaman itu dibiarkan,'' ujarnya. Selanjutnya, Kadir mendekati dan mengambil salah satu daun nanas. Setelah dia amati, ternyata barang-barang tersebut masih bisa difungsikan. Sebab, di dalam daun terdapat serat yang cukup kuat dijadikan bahan baku kain.''Sejak saat itu beliau mulai mengelola usaha kain dari serat nanas,'' kata dia.

Bagaimana cara membuat daun nanas atau pisang menjadi kain? Mula-mula daun diletakkan di lantai, ungkap dia, kemudian diambil seratnya dengan memakai alat khusus. Setelah itu, serat-serat pun dijemur hingga kering.

Lalu, serat tersebut diolah dengan alat khusus dan dijadikan benang dan digulung.''Setelah menjadi benang, serat itu dimasukkan ke dalam sekoci, lalu ditenun hingga menjadi kain,'' ucap dia.

Untuk mendapatkan daun nanas atau pisang, dia terlebih dahulu memesan ke para petani di Mbelik, Kabupaten Pemalang.

Setiap minggu, lebih kurang satu hingga dua kilogram daun didatangkan. Dari jumlah daun tersebut, bisa dihasilkan lima gelok atau gulungan.Selain memproduksi pakain dari serat nanas dan pisang, lanjut dia, ayahnya juga membuat kerajinan dan pakaian dari kertas koran. (Moch Achid Nugroho-52j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA