logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 April 2006 PANTURA
Line

Relokasi Nelayan Perlu Dikaji

WACANA relokasi nelayan dari pesisir utara ke wilayah pesisir selatan Jawa perlu dikaji lebih mendalam. Pasalnya selain memerlukan persyaratan dan persetujuan antardaerah, kondisi kapal para nelayan di pantura kurang cocok untuk perairan di pantai selatan.

Hal itu dikemukakan Ketua TPI Tegalsari Kota Tegal Agus Budiono, kemarin. Menurut pendapatnya, kondisi perairan pantai selatan merupakan laut dalam dengan tingkat durasi gelombang relatif besar. Karena itu, jenis kapal purseseine yang mayoritas dimiliki nelayan pantura tidak tepat untuk menangkap ikan di perairan tersebut.

''Kapal yang paling cocok digunakan di perairan selatan Jawa adalah jenis longline yang beratnya mencapai 30 gross ton,'' ujarnya.

Dia menekankan, bila rencana relokasi itu terwujud maka tentu saja para nelayan pantura harus merenovasi kapal. Namun, upaya tersebut tentu saja membutuhkan dana tidak sedikit.

Sementara itu, akibat dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Oktober 2005, kondisi nelayan kian terpuruk. Biaya perbekalan yang harus mereka keluarkan untuk melaut tidak sebanding dengan hasil tangkapan. ''Karena itu, sebagian dari mereka memilih tidak melaut.''

Dia mengungkapkan, saat ini yang dibutuhkan nelayan adalah subsidi BBM Rp 1 miliar yang akan dikucurkan Pemkot Tegal. Namun, hingga kini dana tersebut belum jelas realisasinya.

Dia berharap, Pemkot segera mengucurkan subsidi BBM agar kondisi nelayan kembali normal. Apalagi dari 300 kapal cantrang, saat ini yang beroperasi hanya 40%. Sisanya, memilih tidak melaut karena takut merugi dan kapal-kapal mereka dongkrok di pelabuhan. (Wawan Hudiyanto-61j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA