logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 April 2006 PANTURA
Line

Sungai Sengkarang Minta Korban Lagi

Tiga Pelajar Tewas Tersapu Arus Deras

KAJEN - Sungai Sengakarang di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, kembali meminta korban. Sekitar pukul 13.00, Minggu (9/4) lalu, lima pelajar tenggelam disapu arus deras yang muncul tiba-tiba dari hulu sungai tersebut. Tiga di antara mereka tewas. Untung, dua pelajar yang lain hanya mandi di tepi sungai, sehingga terhindar dari sapuan arus deras yang mematikan tersebut.

Ketujuh pelajar dari Kota Pekalongan itu adalah Aria Bagus Lintang (16), Imanuel Indarto (15), Agus Dwi Saputro (16), Rahman Hidayat (15), Robertus Kusuma (17), Yusuf Isyrin Hanggoro (14), dan Mohamad Ifang Firda (16).

Aria, Imanuel, dan Agus ditemukan tewas tidak lama setelah musibah terjadi. Jenazah ketiga korban dimakamkan keluarga masing-masing, Senin (10/4) kemarin.

Menurut keterangan yang dihimpun dari sanak keluarga, para pelajar itu sedang mengisi liburan sekolah. Dengan bersepeda, mereka bermaksud ke Kecamatan Doro. Namun entah mengapa, mereka tiba-tiba berbelok ke arah Sungai Sengkarang.

Begitu sampai di sungai itu, mereka langsung membuka baju dan mandi bersama-sama. Lima di antara mereka berenang ke tengah dan dua lainnya tetap di pinggir sungai.

Ketika para pelajar itu sedang asyik bermain air, tiba-tiba muncul arus sangat deras dari hulu sungai. Dua pelajar yang berada di pinggir sungai bergegas menyelamatkan diri. Mereka naik ke darat.

Keduanya kemudian berteriak keras-keras, memperingati teman-teman yang sedang berenang di tengah sungai. Sayang, kelima temannya itu tidak mendengar. Kelimanya digulung arus dan tenggelam.

Tenang tapi Berbahaya

Dua pelajar yang selamat itu secepatnya memberitahukan musibah tersebut kepada warga setempat. Warga langsung berdatangan ke lokasi. Beberapa orang yang lain melapor ke Polsek Kedungwuni.

Polsek Kedungwuni memberitahukan peristiwa itu ke Kapolres Pekalongan AKBP Lotharia Latif. Tidak lama kemudian, orang nomor satu di jajaran Polres Pekalongan tersebut, bersama Dandim 0710 Letkol Winarto, mengerahkan anggotanya dan warga untuk melakukan pencarian.

Setelah lebih kurang dua jam melakukan pencarian, tim pencari menemukan kelima pelajar yang tenggelam itu. Malang, tiga diantaranya ditemukan sudah tidak bernyawa.

Jenazah ketiga pelajar naas itu dibawa ke RS Islam Pekajangan. Tidak lama kemudian, keluarga masing-masing korban datang dan mengambil jenazah mereka untuk dibawa pulang ke rumah.

AKBP Lotharia Latif melalui Kapolsek Kedungwuni AKP Juharno mengatakan, sekalipun arus Sungai Sengkarang terlihat tenang, orang harus hati-hati bila mandi di sana.

''Sebab, kadangkala muncul arus besar secara mendadak dari bagian hulu. Arus tersebut sangat membahayakan orang-orang yang sedang berada di sungai itu,'' katanya.

Pada awal Januari lalu, Naza Arista Adi Wibowo (10), warga Kelurahan Medono, Pekalongan Barat, menjadi korban keganasan arus sungai tersebut. Putra pertama pasangan Jarno (29) dan Ita (27) itu tenggelam saath mandi bersama tiga temannya.

Satu hari setelah tenggelam, mayat bocah itu ditemukan oleh warga Karangjati, Kecamatan Wiradesa. (H4-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA