| Selasa, 11 April 2006 | OLAHRAGA |
Piala Davis Asia-OceaniaIndonesia Tantang Kazakhstan di FinalSURABAYA- Tim Piala Davis Indonesia melenggang ke babak final Grup II Zona Asia-Oceania setelah di babak semifinal mengandaskan tim Hongkong China 5-0. Di dua nomor terakhir, Minggu (9/4) kemarin, dua pemain tunggal Indonesia mengalahkan lawan-lawannya. Prima Simpatiadji yang turun kembali di nomor tunggal mengalahkan Xiao Peng Lai dalam laga dua set, dengan skor 7-5 dan 62. Di nomor tunggal berikutnya, Feby Widhiyanto menundukkan petenis Hong Kong keturunan Inggris, Jason Sankey dalam permainan dua set, 6-3 dan 6-0. ''Kami harus mengakui keunggulan pemain Indonesia,'' kata Kapten Tim Piala Davis Hong Kong, Derek Ling kepada wartawan di lapangan tenis Pores di Jl Embong Sawo Surabaya, Minggu (9/4) siang. Di babak final Grup II Zona Asia-Oceania, tim Piala Davis Indonesia akan bertemu dengan tim Kazakhstan. Laga kedua tim akan dihelat di negara bekas pecahan Uni Soviet tersebut. Rencananya, pertandingan digelar pada bulan September 2006 mendatang. ''Kita bermain di sana,'' kata Kapten Tim Piala Davis Indonesia, Tintus Arianto Wibowo. All Out Menghadapi Kazakhstan, tim Indonesia harus melakukan persiapan all out dan maksimal. Masalahnya, dari sisi kualitas pemain per pemain dengan mengacu pada peringkat Davis, petenis Kazakhstan jauh lebih baik dibanding petenis Indonesia. Menurut Tintus, rata-rata peringkat petenis Kazakhstan 300 ke atas. Sedang petenis Indonesia rankingnya 300 ke bawah. ''Walaupun itu tak bisa dijadikan ukuran pasti. Misalnya, Feby tak punya ranking di Davis nyatanya mampu mengalahkan petenis Hongkong yang punya ranking,'' tambah Tintus. Kendati demikian, tegasnya, perencanaan persiapan dan try out mesti direncanakan sejak dini dan matang. ''Karena masalah ini menyangkut pendanaan, ya mesti kita bicarakan dengan pengurus (PB Pelti),'' tegasnya. Mengacu prestasi pemain ketika menggasak Hong Kong 5-0, Tintus mengutarakan pembenahan dalam tempo dekat yang mesti dilakukan adalah di nomor ganda. Yang mana pasangan Suwandi/Bonit Wiryawan diharapkan kinerjanya makin padu dan solid. Sebab, di nomor ganda, tim Indonesia sempat dibuat ketar-ketir tim Hong Kong pada pertarungan lima set hari Sabtu (8/4) sebelum akhirnya menang 3-2. ''Membentuk pemain di nomor tunggal itu lebih mudah dibanding ganda. Sebab, nomor ganda membutuhkan kerja sama dan kepaduan,'' jelasnya. Karena itu, terbuka kemungkinan nanti pasangan Suwandi/Bonit Wiryawan dipecah dan digandengkan dengan petenis lainnya. Tapi, format tersebut menunggu perkembangan prestasi dan kerja sama bermain antarkeduanya menjelang lawatan ke Kazakhstan. ''Yang pasti, kita mesti melakukan persiapan lebih baik sebelum menghadapi Kazakhstan. Kemampuan mereka lebih baik dibanding Hong Kong. Apalagi kita tak pernah bertemu mereka,'' tandas Tintus. (G14-28) |