logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 April 2006 OLAHRAGA
Line

Kontroversi Klinsi Iringi Persiapan Tim Panser

Menyambut Piala Dunia 2006, mulai hari ini kami tampilkan profil para peserta Piala Dunia 2006. Sebagai tuan rumah, Jerman mendapat kesempatan pertama. (Red)

PELAJARAN berharga dipetik kesebelasan Jerman ketika bertandang ke Stadion Artemio Franchi, Fiorentina, 2 Maret lalu. Tim berjuluk Der Panzer itu kalah telak 1-4 dari tuan rumah Italia. Tudingan keras dari berbagai pihak yang kecewa pun mengarah pada pelatih Juergen ''Klinsi'' Klinsmann. Klinsi dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kekalahan memalukan Michael Ballack cs pada partai persahabatan menjelang Piala Dunia 2006 itu.

Pada laga persahabatan sebelumnya, Ballack cs hanya menuai hasil imbang 0-0 melawan Prancis. Barisan belakang Tim Panser merupakan lini yang paling banyak mendapatkan sorotan. Di Italia, lini pertahanan yang digalang Robert Huth itu banyak melakukan kesa-lahan fatal.

Pemain-pemain muda pilihan Klinsi dianggap belum cukup matang untuk pertandingan sekelas Piala Dunia. Tiga gol Italia, misalnya, berawal dari blunder bek kiri muda asal Bayern Munich, Philipp Lahm. Publik pun meragukan kesiapan Tim Panser. Mereka mengaitkannya dengan kontroversi sang pelatih sendiri.

Kilnsi dan Manajer Oliver Bierhoff segera membantahnya. "Saya dapat menerima kritik yang ditujukan pada tim. Namun tak terdapat sedikit pun keraguan terhadap tim ini. Tidak juga pada pemain-pemain muda. Kami percaya se-penuhnya kepada mereka dan yakin mereka bisa diandalkan," tegas Klinsi.

Banyak Perhatian

Sejak ditunjuk Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menangani tim nasional (timnas), sosok pelath muda itu memang mendapatkan banyak perhatian karena keputusan-keputusan kontroversialnya.

Sorotan terbaru mengarah padanya tentang pilihan posisi penjaga gawang utama.

Kiper Bayern Munich Oliver Kahn dan penjaga gawang Arsenal Jens Lehmann adalah dua nama yang terus bersaing menjadi pilar inti Tim Panser. Pilihan Klinsi memainkan keduanya secara bergiliran dituding berisiko tinggi. Meski akhirnya Lehmann yang terpilih, Klinsi masih dicerca karena di-anggap mengulur-ulur waktu. Kontroversi yang lain adalah mengajukan nama pelatih tim hoki sebagai direktur teknik.

Sebelumnya, dia juga terlibat perang di media dengan Ketua Panpel Piala Dunia 2006 Franz Beckenbauer. Beckenbauer mengkritik pedas Klinsi yang tak hadir pada acara workshop untuk pelatih timnas dari 32 negara peserta.

Beckenbauer ditengarai tak suka dengan keputusan Klinsi yang lebih banyak tinggal di rumahnya di California, AS. Berkat campur tangan DFB dan Kanselir Angela Merkel, Klinsi akhirnya bersedia tinggal di Jerman. Merkel juga menegaskan dukungannya terhadap Klinsi.

Mantan striker Tottenham Hotspur ini memang dianggap membawa perubahan radikal bagi cara bermain Ballack cs. Dia memperkenalkan tipe permainan baru yang lebih agresif. Kini, Tim Panser terlihat lebih ofensif dibandingkan sebelumnya.

Bergabung di Grup A bersama Polandia, Kosta Rika dan Ekuador, juara dunia 1954, 1974 dan 1990 ini diprediksi mampu melewati babak pertama dengan mudah. Mereka malah diramalkan akan bertemu tim favorit Brasil dalam sebuah final ideal. (Abduh Imanulhaq-31)

Rekor Partisipasi

1930 Tidak ikut

1934 Peringkat ketiga (Jerman)

1938 Peringkat keempat

1950 Tidak ikut

1954 Juara (Jerman Barat)

1958 Peringkat keempat

1962 Perempat final

1966 Runner-up

1970 Peringkat ketiga

1974 Juara

1978 Babak kedua

1982 Runner-up

1986 Runner-up

1990 Juara

1994 Perempat final (Jerman)

1998 Perempat-final

2002 Runner-up

Road to Germany

Otomatis lolos (sebagai tuan rumah)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA