| Selasa, 11 April 2006 | OLAHRAGA |
Disamakan Monyet, Eto'o MarahMADRID - Striker asal Kamerun yang bermain di Barcelona, Samuel Eto'o, mengalami penghinaan rasial dari pendukung Racing Santander selama pertandingan Divisi I Liga Spanyol, Senin dini hari WIB kemarin. "Pada menit ke-34 sekelompok pendukung menirukan suara monyet pada saat Eto'o menyentuh bola," kata wasit Antonio Rubinos Perez dalam laporan pertandingannya. "Saya meminta klub untuk mengumumkan melalui pengeras suara, meminta para penonton menghormati semua pemain. Pesan itu segera mereka sampaikan," lanjutnya. Eto'o, yang mencetak gol kedua Barca untuk menyamakan kedudukan 2-2, terus menjadi subjek penghinaan selama pertandingan. Dia kemudian menunjukkan reaksi marah seusai mencetak gol dengan berlari ke pojok lapangan dan menendang tiang bendera tendangan penjuru. Hasil pertandingan itu membuat Barca tetap memimpin klasemen dengan keunggulan 11 poin. Coba Tinggalkan Lapangan Pada Februari lalu, Eto'o mencoba meninggalkan lapangan setelah mendapat penghinaan rasial dari penggemar Real Zaragoza. Penyerang yang tiga kali terpilih sebagai pemain terbaik Afrika itu berhasil dibujuk untuk meneruskan pertandingan. Zaragoza akhirnya didenda 9.000 euro oleh Federasi Sepak Bola Spanyol karena ulah suporternya itu. Eto'o memang pantas marah lantaran dirinya disamakan dengan monyet. Padahal, soal prestasi, dia layak mendapat acungan jempol. Saat ini pun mantan striker Real Madrid dan Real Mallorca itu memimpin top scorer dengan 23 gol. Pelatih Barca Frank Rijkaard selalu menempatkan Eto'o sebagai pilihan pertama. (rtr,A7-31) |