| Selasa, 11 April 2006 | NASIONAL |
SOSOKDisambut Hujan
SAAT mengunjungi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Putricempo, Mojosongo, Solo, baru-baru ini, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dr Meutia Farida Hatta Swasono disambut hujan lebat disertai angin kencang. Kontan saja, hal itu membuat acara yang sudah dipersiapkan kocar-kacir. Namun, kejadian itu tidak membuat surut niat Menteri untuk berdialog dengan pemulung yang sebagian besar kaum perempuan. Padahal, Wali Kota Surakarta Joko Widodo serta anggota Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Surakarta(LEPPAS) yang mendampinginya kalang-kabut. Meutia tetap bertahan di tempat kumuh dan beraroma tidak sedap itu ketika disarankan untuk kembali ke hotel. "Saya rasakan hujan dan angin itu seperti disemprotkan dari shower, kencang sekali. Mungkin agar saya lebih dekat lagi dengan ibu-ibu itu (pemulung)." Peristiwa itu juga membuat waswas sejumlah anak jalanan yang sudah disiapkan menerima kedatangannya di Pasar Ledoksari, Jebres. Namun, kekhawatiran tersebut berubah menjadi kegembiraan. Sebab, orang yang ditunggu-tunggu akhirnya tetap hadir meskipun mereka harus menunggu sekitar satu jam setelah ada pemberitahuan pembatalan. Di tengah pasar itu, Menteri memberikan bantuan koran khusus anak-anak yang baru kali pertama terbit di Indonesia serta meresmikan taman bacaan bagi anak-anak jalanan. "Begitu sampai di hotel sehabis dari TPA, langsung saya minta kunjungan kepada anak-anak tetap dilakukan." (Sri Wahjoedi-46j) | ||||