logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 April 2006 NASIONAL
Line

Argo Lawu Anjlok, Jalur Lumpuh Empat Jam

BANYUMAS - Kereta api (KA) Argo Lawu jurusan Solo-Gambir, kemarin pukul 12.20 anjlok di Km 323+3/4 di Desa Pasiraman Lor, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas atau antara Stasiun Karangsari dan Legok.

Akibat kejadian itu, perjalanan kereta api di jalur tengah Purwokerto-Jakarta terganggu hampir empat jam. Perbaikan langsung dikerjakan petugas Daop V Purwokerto. Sekitar pukul 16.00, gerbong yang anjlok bisa diangkat dan ditarik ke Stasiun Legok yang jaraknya sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.

"PT Kereta Api Daop V Purwokerto meminta maaf kepada penumpang atas kejadian tersebut. Daop V berusaha memperbaiki rel dan bantalan yang rusak agar perjalanan kereta bisa kembali lancar. Perkiraan pukul 16.30 selesai tetapi kenyataannya bisa selesai lebih cepat," ungkap Kepala Seksi Operasi Daop V Sukirman Denim.

Seorang penumpang bernama Muhi (35) asal Cengkareng yang menunggu keberangkatan Argo Lawu di Stasiun Legok menuturkan, sekitar setengah kilometer sebelum anjlok, kereta mengalami guncangan keras. "Kereta seperti diguncang. Kami para penumpang menjerit ketakutan. Dalam waktu singkat, kereta tiba-tiba berhenti," ujar dia.

KA Argo Lawu yang anjlok membawa 10 gerbong kelas eksekutif, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit. Kereta tersebut ditarik lokomotif CC 203212 dengan masinis Giyatno dan asisten Sudarsono serta kondektur utama Umar.

Kepala Humas Daop V Supriyadi mengungkapkan, kereta yang anjlok itu berada pada urutan ketiga dari belakang. "Dua as kereta ketiga dari belakang anjlok," ucap dia.

Terpaksa Berhenti

Dia mengakui, akibat kejadian itu sejumlah kereta terpaksa berhenti di sejumlah stasiun baik kereta dengan tujuan Solo maupun Jakarta. Ribuan penumpang terpaksa harus mengalami keterlambatan berjam-jam karena perjalanan kereta tertahan.

Ke arah Yogya-Solo, KA Purwojaya (Gambir-Purwokerto) tertahan di Stasiun Legok, Argo Dwipangga (Gambir-Solo) tertahan di Stasiun Patuguran, KA Taksaka (Gambir-Yogya) tertahan di Stasiun Kretek, dan KA Sawunggalih Utama (Pasar Senen-Kutoarjo) tertahan di Stasiun Prupuk. Sementara itu, kereta tujuan Jakarta yang tertahan adalah KA Taksaka (Yogya-Gambir) tertahan di Stasiun Purwokerto.

Khusus untuk penumpang KA Argo Lawu yang keretanya anjlok, ada tiga gerbong paling belakang yang terpaksa dilepas. Tujuh gerbong yang selamat ditarik ke Stasiun Legok. Perjalanan bisa diteruskan dengan memanfaatkan tiga gerbong KA Argo Dwipangga yang tertahan di Stasiun Patuguran.

Menurut keterangan Supriyadi, tiga gerbong KA Dwipangga itu kebetulan kosong sehingga langsung ditarik ke Stasiun Legok untuk menggantikan tiga gerbong KA Argo Lawu yang tak bisa meneruskan perjalanan ke Jakarta. "KA Argo Lawu bisa diberangkatkan kembali dari Stasiun Legok pada pukul 15.25."

Sukirman menyebutkan, penyebab anjloknya kereta itu masih diselidiki. Kondisi tanah di lokasi kejadian memang agak labil. PT KA bertekad melakukan pengawasan jalan dan jembatan lebih cermat lagi agar kejadian serupa tak terulang. (G23-46j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA