logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 April 2006 INTERNASIONAL
Line

Demonstran Nepal Abaikan Perintah Tembak di Tempat

KATHMANDU - Unjuk rasa menentang Raja Gyanendra terus berlanjut di berbagai daerah Nepal Senin kemarin. Para demonstran tak memedulikan larangan keluar rumah dan perintah tembak di tempat yang diberlakukan oleh pemerintah.

Gelombang demonstrasi melanda Nepal sejak Raja membubarkan pemerintah dan mengambil alih kekuasaan pada Februari 2005. Tiga pengunjuk rasa tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan akhir pekan lalu.

Lebih dari 100 orang lainnya menderita luka-luka. Sumber-sumber partai politik setempat mengatakan 1.000 orang ditahan.

Ratusan aktivis prodemokrasi kemarin tetap berunjuk rasa di Kota Pokhara, Nepal barat. Padahal, pemerintah telah memberlakukan larangan keluar rumah dan memerintahkan aparat untuk menembak di tempat bagi pelanggar kebijakan itu.

Sebelumnya, seorang pengunjuk rasa tewas ditembak tentara Sabtu lalu di kota wisata itu. Para demonstran kemarin meneriakkan slogan anti-Raja Gyanendra sambil mengibarkan bendera partai.

Aksi protes juga dilakukan di Kota Biratnagar (Nepal timur) dan Kota Butwal (Nepal barat). Di Kalanki, daerah pinggiran Kathmandu, sekitar 500 demonstran bentrok dengan polisi.

Para pengamat memperkirakan, korban bisa terus berjatuhan karena pemerintah bertekad akan bertindak keras terhadap para demonstran. Namun para pengunjuk rasa mengatakan tidak gentar pada ancaman pemerintah.

''Kami yakin dapat segera membentuk republik yang demokratis. Saya kira, raja akan melunak sikapnya jika kami terus berunjuk rasa seperti ini selama 15 hari,'' kata Krishna Prasad Bhandari (17), warga Kathmandu.

Namun aksi-aksi protes itu sejauh ini tidak memiliki pemimpin yang karismatik. Sebagian besar pemimpin politik senior negeri itu telah ditahan atau bersembunyi untuk mengatur kampanye dari balik layar.

Partai-partai oposisi juga tidak mendapat dukungan luas dari rakyat. Banyak warga menuduh oposisi telah korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan selama mereka berkuasa sebelumnya. (rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA