logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 April 2006 INTERNASIONAL
Line

Israel Terus Isolasi Pemerintah Hamas

JERICHO - Israel memutuskan hubungan keamanan resmi dengan Palestina, Senin kemarin. Hal itu dilakukan untuk lebih mengisolasi pemerintahan baru Hamas.

Ribuan orang Palestina turun ke jalan-jalan Gaza untuk memprotes penghentian bantuan oleh negara-negara Barat dan meningkatnya aksi militer Israel.

Avi Dichter, penasihat panjabat PM Israel Ehud Olmert, mengatakan kepada radio Israel, serangan darat ke Gaza tidak bisa dikesampingkan.

''Kami telah melakukannya di masa lalu dan bisa melakukannya saat ini,'' kata Dichter. Dia mungkin ditunjuk menduduki pos keamanan senior dalam kabinet Olmert.

Israel meningkatkan serangan di Gaza sejak Hamas mengambi alih kekuasaan atas Otoritas Palestina akhir Maret lalu.

Satu granat mendarat dekat sebuah rumah di Gaza utara kemarin, melukai dua orang Palestina, kata saksi mata. Israel menyatakan penembakan granat itu dimaksudkan untuk membalas serangan roket oleh militan.

Setelah mengabaikan kontak dengan Otoritas Palestina pimpinan Hamas, AD Israel kemarin menghentikan koordinasi keamanan yang ada.

Di kantor koordinasi gabungan di dekat Kota Jericho, Tepi Barat, Kolonel Khaled Ziyar (Palestina) dan anak buahnya mengemas barang-barangnya untuk dinaikkan ke truk pikup dan menyerahkan fasilitas itu ke pihak Israel.

Hukuman Kolektif

Para perwira Palestina menurunkan poster-poster Presiden Mahmud Abbas dan bendera Palestina. Hal itu menandai putusnya secara resmi hubungan mereka.

Kantor koordinasi distrik Jericho, yang terletak di pinggiran kota itu, merupakan fasilitas keamanan terakhir yang ditempati warga Israel dan Palestina. Di bagian lain Tepi Barat, koordinasi dilakukan via telepon.

Para pejabat Hamas mengatakan keputusan Israel, dan pengumuman penghentian bantuan finansial Barat kepada Otoritas Palestina, itu sama dengan hukuman kolektif kepada rakyat Palestina.

''Ini tidak adil, dan kami menyerukan kepada negara-negara Eropa agar mempertimbangkan lagi keputusan mereka,'' kata Ahmed Bahar, wakil ketua parlemen Palestina pimpinan Hamas.(rtr-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA