logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 April 2006 INTERNASIONAL
Line

Villepin Cabut UU Kontrak Kerja

PARIS - Pemerintah Prancis akhirnya tunduk pada tekanan mahasiswa. Pemerintah akan mencabut undang-undang tentang tenaga kerja yang diprotes kalangan mahasiswa dan menimbulkan krisis politik selama dua bulan ini. Presiden Jacques Chirac mengatakan hal itu Senin kemarin.

Sementara itu, Perdana Menteri Dominique de Villepin menyatakan, dia menyesal bahwa peristiwa-peristiwa demonstrasi menunjukkan kalau Undang-undang Kontrak Kerja Pertama itu tidak bisa diberlakukan. Villepin agaknya paling terpukul dengan penolakan undang-undang produk pemerintahannya itu.

Dia tidak mengemukakan dampak pencabutan undang-undang itu bagi masa depan karir politiknya. Posisi Villepin terpuruk akibat perselisihan ini.

''Presiden Republik Prancis telah memutuskan untuk mengganti Pasal 8 dengan ketentuan tentang kesetaraan kesempatan kerja yang mengatur orang-orang cacat mendapat pekerjaan,'' demikian pernyataan Istana Presiden.

Seorang pemimpin mahasiswa mengatakan, UU Kontrak Kerja Pertama itu dapat dikatakan sudah tidak berlaku lagi.

Menurut pengamat, undang-undang baru itu dirumuskan untuk menangani problem pengangguran angkatan muda yang mencapai 22 persen, meredakan protes-protes dan sekaligus merupakan cara penyelesaian krisis yang tidak mempermalukan Villepin.

Undang-undang baru dengan pasal-pasal baru itu akan dibahas parlemen awal pekan ini.

''Ketenangan dan keyakinan yang dibutuhkan untuk memberlakukan UU Kontrak Kerja Pertama itu ternyata tidak muncul,'' kata Villepin seusai bertemu Chirac dan para tokoh konservatif senior lainnya.

Villepin mengatakan, undang-undang itu akan diganti dengan undang-nndang yang bertujuan membantu para pencari kerja angkatan muda. Dia menegaskan akan membahas isu ini ''tanpa syarat'' dengan para elite politik dari kubu sosial.

Protes-protes antiundang-undang itu telah merusak popularitas perdana menteri. Dia juga dianggap lambang menanggapi protes dari mahasiswa. Kemungkinan pencalonannnya sebagai kandidat presiden untuk pemilu 2007 ikut dirongrong krisis ini.

Jajak pendapat harian Liberation memperlihatkan, popularitas Villepin masih mendapat dukungan 49 persen pada Januari lalu namun merosot hingga 25 persen pada akhir pekan ini. Pada periode yang sama, sentimen negatif terhadap Chirac naik dari 56 persen menjadi 64 persen. (rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA