| Selasa, 11 April 2006 | INTERNASIONAL |
Serangan ke Iran BerisikoWASHINGTON - Para pengritik pemerintahan George W Bush menyatakan kekhawatirannya tentang laporan baru yang gampang meledak. Menurut laporan itu, presiden tengah mempertimbangkan opsi militer untuk menghancurkan program nuklir Iran. Jenderal (purnawirawan) Anthony Zinni, mantan kepala Komando Pusat AS, mengatakan kepada televisi AS hari Minggu lalu bahwa dia tidak mengetahui perincian rencana militer itu, namun dia menyatakan serangan pre-emptive terhadap program nuklir Iran sangat berisiko. ''Satu rencana militer yang melibatkan Iran akan sangat sulit. Kita sebaiknya jangan membodohi diri dengan berpikir hal itu hanyalah satu serangan kemudian selesai,'' jelas Zinni. ''Iran akan membalas, dan mereka punya banyak kemungkinan di satu wilayah tempat banyak sasaran yang bisa diserang, mulai dari posisi tentara kita di daerah minyak dan gas di kawasan itu yang mungkin terganggu, sampai serangan ke Israel, dan melakukan terorisme,'' lanjutnya. Zinni mengeluarkan pernyataan itu setelah publikasi dua laporan akhir pekan lalu bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan dengan serius aksi militer terhadap Iran, di tengah kebuntuan upaya diplomatik. Majalah The New Yorker melaporkan dalam edisi 17 April mendatang bahwa pemerintah merencanakan kampanye pengeboman besar-besaran terhadap Iran, termasuk penggunaan bom nuklir penjebol bungker untuk menghancurkan fasilitas nuklir Iran yang dicurigai. Artikel wartawan investigasi Seymour Hersh itu menyebutkan, Bush dan pejabat lain di Gedung Putih menganggap Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sebagai ''Adolf Hitler''.(afp-niek-26) |