| Selasa, 11 April 2006 | INTERNASIONAL |
Prodi Diprediksi Raih MayoritasROMA - Kandidat dari sayap kiri-tengah Romano Prodi diprediksi memenangi pemilu Italia. Hasil exit poll (jajak suara) Senin kemarin menunjukkan, Prodi meraih mayoritas haik di majelis rendah maupun majelis tinggi parlemen. Exit poll oleh lembaga riset Nexus meramalkan, aliansi Proi akan meraih antara 50-54 persen suara baik di majelis rendah maupun majelis tinggi di parlemen. Kubu sayap kanan-tengah pimpinan Silvio Berlusconi dalam exit poll itu meraih sekitar 45-49 persen suara. Sementara itu, jajak suara oleh lembaga Piepoli menunjukkan, Prodi unggul dengan 52 persen suara. Warga Italia memberikan suara Senin kemarin pada hari terakhir pemilu yang dibuka sejak Minggu lalu. Sejak awal, pemilu ini memang diprediksi bakal mengakhiri kepemimpinan Perdana Menteri Silvio Berlusconi dan mengembalikan kekuasaan kepada kubu sayap kiri. ''Saya khawatir sayap kiri akan memenangi pemilu dengan mayoritas tipis,'' kata Giovanna Orzi, pensiunan guru saat hendak memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara. Suara warga Italia benar-benar terbelah dua oleh persaingan ketat kubu kiri pimpinan Romano Prodi dan kubu kanan pimpinan Silvio Berlusconi. Media massa setempat melaporkan, partisipasi warga dalam pemilu kali ini bakal menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Italia. Sebab, pada hari pertama Minggu lalu sebanyak 66,5 persen warga memberikan suara. Berbagai jajak pendapat menunjukkan, Prodi (mantan perdana menteri dan presiden Komisi Eropa), unggul tipis selama kampanye. Meski demikian, para pemilih masih ragu apakah kedua pesaing kali ini bakal bisa menjawab berbagai persoalan pelik Italia. Abstain Suasana kampanye diwarnai saling hujat antara kedua kubu. Kubu kiri menuduh Berlusconi bermain kotor untuk mempengaruhi pemilih dengan cara mengirimkan teks SMS ke sebagian pemilih. Sedangkan, kubu kanan menuduh Prodi tidak bersikap toleran terhadap umat beragama karena mereka menurunkan salib-salib dari dua TPS. Serena Ricci (27), salah seorang warga, memutuskan untuk abstain. ''Saya datang ke TPS untuk tidak memilih siapa pun. Tak seorang pun dari mereka bisa dipercaya,'' kata dia. Selama dua pekan menjelang hari pemilu, semua pihak tidak diperbolehkan mempublikasikan hasil jajak pendapat. Namum. Prodi bagaimanapun tetap memimpin persaingan ini sejak kembali ke panggung politik pada 2004 setelah lima tahun bertugas di Uni Eropa. Prodi adalah satu-satunya orang yang pernah mengalahkan Berlusconi, yakni pada pemilu 1976. Banyak kalangan menjagokan dia sebagai pemenang pemilu kali ini. Berlusconi, orang terkaya di Italia dan sekutu terkuat Washington di Eropa, terpilih dalam pemilu 2001 dengan janji kampanye memangkas pajak dan pungutan liar. (rtr-gn-25) |