logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 April 2006 INTERNASIONAL
Line

500.000 Hispanik Gelar Protes Besar-besaran

WASHINGTON - Sekitar 500.000 orang Hispanik Amerika beserta pendukungnya tumpah ke jalan-jalan di kota-kota Amerika Serikat Minggu waktu setempat untuk mengelar pawai besar menentang RUU Imigrasi.

Ratusan ribu orang berpawai di sepanjang jalan Kota Dallas sambil mengenakan pakaian putih sebagai simbol perdamaian. Mereka melambai-lambaikan bendera Amerika dan mengecam Kongres yang meloloskan undang-undang itu. Berdasarkan undang-undang ini, sekitar 11-12 juta imigran gelap bakal tetap dalam status ilegal dan terancam dipulangkan paksa.

Pawai akbar itu digelar sehari sebelum protes yang direncanakan Senin aktu setempat (Selasa WIB) di 60 kota besar AS. Para imigran menyampaikan kemarahan mereka atas rancangan undang-undang yang disahkan DPR AS. Berdasarkan undang-undang ini, para imigran ilegal bisa dianggap sebagai penjahat kriminal. UU itu juga mengatur keharusan pembangunan tembok sepanjang 1.047 meter di sepanjang berbagai bagian perbatasan dengan Meksiko. UU itu sama sekali tidak mengatur ketentuan bagi pekerja asing.

''Ibu saya dilahirkan di Meksiko, dia telah berada di sini sejak dia berusia 16 tahun. Saya berada di sini untuk menemani dia karena saya tak percaya pada rancangan undang-undang mengenai imigrasi,'' kata pemrotes di Dallas, Ambrosio Garcia (25). ''Pendatang tak boleh dikecam atau dipandang sebagai kriminal.''

Tayangan televisi dari udara memperlihatkan sangat banyak orang yang berjalan melewati jalan di Texas. Polisi dan penyelenggara demo semula hanya memperkirakan sebanyak 50.000 sampai 100.000 orang yang datang.

Puluhan ribu pemrotes juga berpawai di berbagai kota besar, termasuk Salt Lake City dan Detroit.

Gagal Sepakat

Pemimpin kelompok mayoritas di Senat John Boehner mengatakan. dia mendukung rancangan undang-undang tersebut dan tak mengingini program pekerja tamu. Kebijakan ini didukung oleh Presiden George W Bush.

''Anda tak dapat memulai pembicaraan mengenai rancangan pekerja tamu sampai anda menjamin perbatasan,'' katanya kepada stasiun televisi ABC dalam program acara ''This Week''. Jika tidak, kata dia, ''Kami akan menghadapi parade tanpa akhir dari pendatang gelap di sini di negeri kami.''

Pada Jumat lalu, para anggota Kongres gagal mencapai kata sepakat mengeai ketentuan bagi pekerja tamu. padahal, ketentuan tentang pekerja tamu ini diyakini bisa menjadi jalan bagi pemerolehan kewarganegaraan para imigran ilegal. Kubu Demokrat dan Republik masih bersilang pendapat pada isu ini.

Gagalnya rencana tersebut memunculkan keraguan apakah Kongres dapat meoloskan reformasi imigrasi yang komprehensif sebagaimana dikehendaki Bush.

Jika senator meluluskan rancangan undang-undang itu, para anggota Dewan dari kedua kubu di Kongres harus mengatasi perbedaan pendapat untuk rancangan final. Boehner mengatakan, hal itu masih mungkin dicapai.

Dia tidak sependapat dengan tudingan bahwa reformasi imigrasi ini telah gagal. Duia mendesak Senat untuk meloloskan rancangan itu saat para anggota DPR kembali dari masa reses dua minggu ini.

Namun, kata dia, memperbolehkan imigran gelap tinggal dan bekerja masih tetap dianggap sebagian besar warga Amerika sebagai amnesti yang terlalu banyak.

Isu imigrasi ini memecah belah kubu konservatif. Sebagian berpendapat, warga Hispanik perlu dirangkul karena mereka merupakan pendukung Bush dalam pemilu. Sebagian lagi khawatir, memperbolehkan imgran gelap tinggal di AS akan mengacaukan upaya-upaya kampanye pemilu mereka.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA