| Selasa, 11 April 2006 | EKONOMI |
Petani Ikan Butuh ModalMAGELANG - Sekitar 200 petani ikan air tawar, yang melakukan transaksi di pasar Ngrajek, Mungkid, Kabupaten Magelang, berharap adanya bantuan modal kerja. Hingga saat ini mereka belum tersentuh lembaga keuangan. ''Jika pasar sedang ramai kami baru merasa membutuhkan bantuan modal. Sekarang ini, sehari kami dapat menjual 3 ton ikan konsumsi dari berbagai jenis,'' kata Sumarno (35), salah satu petani, belum lama ini. Ikan yang ia pasarkan terdiri atas lele, bawal, patin, emas, gurami. Saat ini yang banyak diminati jenis ikan lele, bawal, dan gurami. Khusus ikan patin, pangsa pasarnya sampai ke Jambi, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Joko Supriyanto (42), petani yang membantu untuk menetapkan harga pasar di pasar sentral industri perikanan ini, menjelaskan, masing-masing jenis ikan dijual sesuai kesepakatan bersama. Berbagai jenis bibit ikan, sesuai ukurannya juga dijual dengan harga secara seragam. ''Kesamaan patokan harga, dilakukan untuk menghindari persaingan yang tidak sehat. Karena itu, tidak ada yang saling berebut pembeli,'' tuturnya. Ikan untuk konsumsi, jenis nila dipatok dengan harga Rp 8 ribu/kg, lele Rp 8 ribu/kg, emas Rp 35 ribu/kg. Untuk jenis ikan lele dan emas paling banyak diminati pedagang yang dipasarkan pada pengelola rumah makan di berbagai tempat di Jawa Tengah. Kabid Agribisnis pada Badan Bimbingan Massal Ketahanan Pangan (BBMKP) Jateng, Agus Wariyanto mengatakan, akan memfasilitasi dengan mencarikan kemitraan. ''Kami akan memfasilitasi melalui kemitraan kerja,'' katanya. Para petani yang pada umumnya juga merangkap sebagai pedagang itu, merupakan penduduk sekitar pasar Ngrajek, dengan rata-rata memiliki tiga petak berukuran 2x4 meter setiap petaknya.(E4-59) |