logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 April 2006 BUDAYA
Line

Pemuncak yang Antiklimaks

PENTAS Seni (Pensi) Pelajar Telkomsel 2006 yang dipersembahkan Telkomsel dan Radio Trax FM berlangsung semarak. Acara, Minggu (9/4), yang dimulai pukul 09.00 itu dihadiri ratusan pelajar SMP dan SMA.

penyelenggara juga mengadakan berbagai lomba, antara lain tari, audisi band, poster, hingga kreasi voucher. Saat malam makin larut, penonton kian membeludak. Hal itu tak lepas dari daya tarik dua bintang tamu dari Jakarta, Goodnight Electric (GE) dan Ello.

Pukul 20.30 GE muncul. Tak ayal, Balai Kota bak lapangan terbuka sebagai ajang pesta para penggemar clubbing. Music techno electrik dengan tempo cepat dan mengentak membuat penonton terus bergoyang. Pagar pembatas pun menjadi papan loncat bagi penonton yang kemudian menjatuhkan diri di antara kerumunan penonton lain.

GE baru kali pertama tampil di Semarang. Namun penonton ternyata hafal beberapa lagu mereka, seperti "We're Going to the Moon".

"Setelah negosiasi sekitar satu tahun akhirnya kami bisa tampil dalam acara ini," tutur vokalis GE.

Setelah mereka berpamitan, tampil Ello. Kehadiran pemilik nama lengkap Marcello Tahitoe itu mengundang histeria para penonton perempuan. Mereka menyeru nama putra pasangan musikus Minggus Tahitoe dan Diana Nasution itu seraya melambai-lambaikan tangan.

Sebagai pemuncak acara, Ello langsung melantunkan dua tembang, "Gadisku" dan "Pergi untuk Kembali". Pada lagu berikutnya dia unjuk kebolehan memainkan gitar akustik dengan apik.

Namun dibandingkan aksi GE, penampilan Ello justru menjadi antiklimaks. Penonton yang didominasi ABG lebih meminati musik techno dengan tempo cepat GE daripada musik mello yang Ello. Berbeda dari sajian GE yang disambut antusias oleh penonton pria dan wanita, lagu Ello cuma diminati penonton wanita. (Hernandhono-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA