| Minggu, 02 April 2006 | OLAHRAGA |
Batal Jadi Warga KehormatanREPUTASI mantan juara tinju dunia kelas berat, Mike Tyson kembali tercoreng. Gara-garanya, kota megapolitan Shanghai, China mencabut keputusan mereka untuk menjadikan Tyson sebagai warga kehormatan. Tyson (39) mendarat di Shanghai, Kamis (30/3) lalu dalam kunjungan tiga hari untuk mempromosikan klub malam baru sekaligus menerima anugerah sebagai warga kehormatan dari kota Luo Dian, seperti yang dilapotkan harian China Daily. Menurut harian itu, keputusan tersebut dibatalkan oleh pemerintah lokal karena masa lalu kelam yang pernah mewarnai hidup Tyson, termasuk mendekam dalam penjara pada era 1990-an karena pemerkosaan dan berbagai tindakan kriminal lain. "Kami pikir, Tyson kurang pantas mendapat anugerah warga kehormatan sehingga kami membatalkannya," kata wakil kepala distrik Luo Dian, Wang Qiquan kepada harian tersebut. "Banyak orang yang mengatakan, pemberian anugerah warga kehormatan tersebut tidak pantas. Alasannya, dia baru pertama kali mengunjungi kota kami, selain itu dia juga terlibat dalam banyak skandal." Meski demikian, Tyson tetap merupakan pujaan bagi sebagian warga Shanghai. Di antaranya Wang Lianfang -pelatih klub tinju perempuan di kota itu- yang secara khusus menjemputnya di bandara. "Ia adalah raja tinju. Ia tangguh, berani, agresif dan gigih," kata Wang. "Saya tidak begitu mengetahui kehidupan pribadinya, dan saya tidak pernah berusaha untuk mengathuinya. Itu tidak penting. Bagi saya, selalu melatih petinju tentang cara menjadi orang yang berguna, itulah hal yang paling penting." Tyson menjadi juara tinju kelas berat termuda dalam sejarah, saat ia merebut gelar tersebut pada usia 20 tahun, 1986. Ia pensiun pada Juni tahun lalu setelah kariernya diwarnai tindakan yang kurang patut baik di dalam atau di luar ring. (40) |