| Minggu, 02 April 2006 | OLAHRAGA |
Ingin Jadi Pesenam DuniaPRESTASI yang diperlihatkan cabang senam Jateng pada Kejurnas Senam 2006, 20-23 Maret lalu boleh dibilang merupakan sebuah prestasi yang membanggakan, meski baru meraih tiga medali perak. Betapa tidak, sejauh ini senam Jateng belum pernah memiliki rekor bagus dalam event nasional. Jateng belum pernah mendapatkan medali, baik itu kejurnas maupun PON. Torehan tiga perak yang diraih pesenam-pesenam Jateng pada kejurnas tersebut menunjukkan sebuah prestasi tersendiri buat provinsi yang terkenal dengan Candi Borobudur-nya ini. Adalah Rizki Diah Ayu, salah satu pesenam yang berhasil membuat kejutan dengan memperoleh satu perak melalui nomor ritmik alat gada. "Ya, kalau kita lihat fasilitas yang ada, keberhasilan atlet-atlet Jateng boleh dibilang kejutan," kata Agus Teguh Sudrajat, ayah Rizki. Lantaran fasilitas yang terbatas itulah atlet-atlet Jateng -termasuk Kiki- panggilan akrab Rizki, harus berlatih di luar daerah yaitu DKI selama sebulan menjelang kejurnas. Ternyata apa yang dilakukan Kiki dkk berlatih di luar daerah membuahkan hasil. Keikutsertaan remaja kelahiran 23 Mei 1991 di event nasional rupanya baru kali pertamanya. Meski demikian, di ajang kompetisi resmi daerah seperti Porda, telah ia ikuti. Yaitu pada Porda 2005 yang baru lalu. Dia berhasil menyabet dua emas, dua perak, dan dua perunggu untuk kontingen Pemalang. Atas prestasi tersebut, dia mendapat bonus dari Pemkab Pemalang sebesar Rp 50 juta lebih. Bukan itu saja, pada kejurnas yang baru lalu dia pun dijanjikan akan menerima bonus dari Ketua Umum Persani Jateng, Sinto Adi Prasetyorini sebesar Rp 7,5 juta sebagai peraih perak. "Sebenarnya bagi kami, yang terpenting adalah kebanggaan membela daerah," timpal Agus Teguh. Dengan prestasi yang baru diraih tersebut, semakin memantapkan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Agus Teguh dan Sriwahyuni itu untuk lebih menekuni olahraga senam. "Saya ingin berlatih terus. Saya ingin menjadi pesenam dunia," kata Kiki, yang juga siswi SMPN 8 Semarang ini. Ketertarikan Kiki terhadap olahraga senam dimulai sejak ia masih duduk di bangku kelas V SD. Kendati demikian dia sempat berlatih sepatu roda di klub sepatu roda IKOS sejak kelas II SD. Namun lantaran tidak kuat oleh pola latihan yang terlalu berat, akhirnya gadis yang mempunyai tinggi badan 152 cm dan berat 37 kg memilih keluar setelah berlatih selama tiga tahun. Akhirnya dia memilih menekuni senam hingga sekarang. Rupanya, didikan orang tuanya yang juga pengurus Pengda Persani Jateng ini untuk mengarahkan putrinya untuk berolahraga membekas kuat di hati. Karena itu dia keranjingan olahraga dan mencoba cabang baru yaitu senam. Kini dia terus berlatih keras dan siap menghadapi PON 2008 di Kaltim untuk Jawa Tengah. (Moch Kundori-40) |