| Minggu, 02 April 2006 | OLAHRAGA |
Kasiyadi-Imron Tangani Persiku
KUDUS- Manajemen Persiku Kudus kemarin mengadakan rapat darurat, dengan melibatkan pula unsur pengurus dan suporter. Hasilnya? Duet Kasiyadi dan Imron As'ad dipercaya menangani Macan Muria dalam lanjutan Kompetisi Divisi I PSSI. Rapat darurat tersebut digelar, menyusul kekhawatiran pihak manajemen terhadap rencana pengunduran diri Pelatih Hanafing. Riskan sekali membiarkan tim tanpa pelatih, apalagi Persiku harus menjamu tim kuat Persikab, Rabu (5/4) mendatang. "Kami mengangkat Imron Asíad (Komisi Teknik Persiku) untuk membantu tugas Kasiyadi (asisten pelatih). Kami memohon kepada seluruh pendukung agar lebih bersabar dan tidak terlalu korektif. Mari kita bangun Persiku dengan hati yang tulus dan ikhlas," kata Asisten Manajer, Eddy Yusuf. Lebih lanjut dia memaklumi kekecewaan pendukung, yang merasa terpukul dengan prestasi Persiku dalam dua laga tandangnya, masing-masing kalah 0-4 dari Pelita Jaya dan Persikab. Namun, dia meminta kepada semua elemen yang terlibat dalam tim agar tidak hanyut dengan keadaan seperti ini. Dihubungi melalui ponselnya, Kasiyadi menyatakan siap mengemban tugas yang dipercayakan manajemen. Aturannya, kata dia, kalau pelatih kepala berhalangan maka asisten pelatih yang melaksanakannya. Imron sendiri belum dapat memberi jawaban atas jabatan baru yang dimandatkan manajemen kepadanya. Menurutnya, lebih baik manajemen segera menentukan pelatih yang baru, bila Hanafing benar-benar mau mundur. "Meski demikian, saya selalu siap mencurahkan tenaga dan pikiran saya untuk Persiku". Merasa Dilecehkan Secara terpisah, Hanafing sudah memantapkan niatnya untuk mundur. Hujatan dari sejumlah suporter atas hasil jeblok di dua laga tandang memang menjadi pemicunya. Dia merasa sakit hati, karena sejak menjalani profesi pelatih, baru kali ini mengalami hujatan seperti itu. "Saya menganggap teror yang dilakukan beberapa oknum suporter sudah merupakan pelecehan terhadap profesi pelatih sepak bola. Sepertinya, saya ini seorang koruptor kelas kakap yang harus ditembak mati," katanya. Meskipun tekadnya sudah bulat, Hanafing dalam waktu dekat berencana menemui Manajer Persiku, Ir HM Tamzil. Dia akan memberikan pertanggungjawaban selama memegang tim kebanggaan masyarakat Kota Kretek tersebut. (H8-32) |