| Minggu, 02 April 2006 | SEMARANG |
Berpulangnya Pejuang PendidikanMENDUNG hitam menggelayut di langit saat mobil jenazah yang membawa jasad Ir Widjatmoko tiba di pelataran auditorium kampus II Universitas Semarang (USM) Jalan Soekarno-Hatta, siang kemarin. Suasana terasa hening dan syahdu. Perlahan peti jenazah diturunkan dan diangkat ke dalam gedung untuk disemayamkan. Upacara penghormatan berjalan khidmat. Rektor USM Ir Imam Soewadi Dipl HE yang bertindak selaku inspektur upacara menyampaikan sambutan pelepasan. ''Kami keluarga besar USM merasa sangat kehilangan atas kepergian almarhum. Beliau adalah pendiri dan pengembang universitas ini,'' ungkap Imam Soewadi. Menurut keterangan dia, almarhum dikenal konsisten berjuang membesarkan kampus yang menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Jateng tersebut. Dedikasi dan komitmen Widjatmoko, ucap Imam, tercurah sepenuhnya di bidang pendidikan. Dalam sambutan lain, Prof Joetata Hadihardaja yang mewakili Yayasan Alumni Undip mengemukakan, almarhum Widjatmoko akan diabadikan untuk nama auditorium. Hal itu sebagai wujud penghargaan atas jasa mendiang. Ratusan pelayat datang untuk menyampaikan penghormatan dan belasungkawa. Antara lain tampak mantan gubernur HM Ismail, Rektor Undip Prof Eko Budihardjo, dan Koordinator Kopertis VI Jateng Prof Mustafid PhD. Selain para pejabat rektorat dan dosen, tak ketinggalan mahasiswa USM pun turut menyampaikan duka cita kepada keluarga. Sejumlah karangan bunga dari kolega almarhum berjejer rapi di depan auditorium. Pekerja Keras Ismail menyatakan terkejut atas kepergian pejuang pendidikan itu. Dia mengaku tak pernah mendengar sakit yang diderita Widjatmoko. Kabar berpulangnya mantan rektor USM tersebut diketahuinya lewat Suara Merdeka. Hal itu pulalah yang mendorongnya datang menyampaikan penghormatan dan mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir. Pengakuan tentang kiprah Widjatmoko pun dikemukakan Prof Eko Budihardjo. Almarhum disebutnya sebagai salah satu putra terbaik Undip. Di matanya, Widjatmoko adalah sosok yang akomodatif dan selalu terbuka bagi ide-ide segar. Nama Ir Widjatmoko memang tak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Selain berkiprah sebagai rektor USM (1994-2002), almarhum juga aktif di Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (Aptisi). Jabatan ketua umum Aptisi Jateng pernah diembannya pada 1999-2003. Hingga akhir hayatnya, almarhum juga masih tercatat sebagai salah satu ketua Aptisi Pusat sejak 2003. Jabatan lain, ketua umum Ika Undip (2000-2005) dan ketua umum Yayasan Alumni Undip (2002-sekarang). (Abduh Imanulhaq-65j) |