SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Jumat, 31 Maret 2006

- Dialog adalah buah yang kiranya paling bermakna bagi lawatan Perdana Menteri Inggris Tony Blair selama dua hari ke Indonesia. Dan, dialog jelas bukan sesuatu yang patut dilihat sepele. Apalagi justru di tengah posisi kita yang membutuhkan sahabat untuk memahami sejumlah persoalan yang sedang pelik dihadapi, sekarang ini. Kita memaknai kunjungan Blair seperti kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice ke Jakarta, belum lama ini. Sudah pasti, Inggris yang merupakan penyokong utama kebijakan luar negeri Amerika datang dengan segebung kepentingan politik-ekonomi. Dan kita tentu tidak menyia-nyiakannya untuk membangun dialog.

- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan penghematan dalam penggunaan anggaran, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ini bukan instruksi baru dan setiap saat selalu diulang. Namun agar pengertiannya tak selalu normatif maka perlu dijabarkan dalam petunjuk yang jelas. Bagaimana melakukan efisiensi yang dimaksud. Dan kalau melihat problem keuangan negara kita maka efisiensi saja tidak cukup. Yang diperlukan adalah realokasi anggaran, kendati itu tidak mudah dan mesti dilakukan bertahap. Bagaimana memenuhi amanat konstitusi untuk menyediakan anggaran pendidikan 20% kalau tidak dilakukan realokasi.

MELEPASKAN hegemoni politik dan diversifikasi peran publik sebagai manifestasi kesetaraan gender adalah dua agenda utama yang harus diperjuangkan dalam Kongres Muslimat NU XV yang berlangsung 28 Maret sampai 1 April 2006 di Batam. Oleh sebab itu siapa nahkoda yang nanti menjadi topleader Muslimat, dia haruslah menanggalkan segala atribut politik agar tidak terjebak dalam conflict of interest.

SETELAH beberapa bulan didemo kelas menengah, PM Thailand Thaksin Shinawatra membubarkan parlemen dan mempercepat pemilu 2 April 2006 yang seharusnya baru akan berlangsung tiga tahun mendatang.

Sumbangan Langsung Tunai (SLT) untuk keluarga miskin memang berguna, apalagi dengan gagalnya panen akibat banjir yang berkepanjangan. Dengan mengantongi kartu kompensasi BBM mereka berharap dapat mengambil haknya di kantor pos terdekat sesuai jadwal agar dapur tetap mengepul.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA