| Jumat, 31 Maret 2006 | SALA |
Stres, Coba Potong Lengan SendiriSRAGEN - Diduga mengalami stres, Imawati (25), warga Pucangan, Ngrambe, Ngawi, mencoba bunuh diri dengan memotong lengan kirinya. Masih beruntung, tindakan mantan guru TK di negeri jiran Malaysia itu diketahui Zainal, adiknya. Imawati selamat dan menjalani perawatan di RSUD Sragen, tapi lengan kirinya terluka akibat bacokan sabit, sedangkan otot tendon yang berfungsi menggerakkan jari, putus. "Dia sudah menjalani operasi penyambungan otot tendon," tutur dokter Ovi, petugas Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Sragen, kemarin. Kondisi Imawati kini masih lemah dan dirawat di Sal Mawar RSUD. Imawati didampingi ibunya, Marinem, mengungkapkan, dirinya nekat mencoba memotong lengan sendiri lantaran tidak kuat menanggung beban pikiran. Dia mengatakan pernah bekerja di Malaysia sebagai guru taman kanak-kanak pada tahun 2002 dengan gaji Rp 1,5 juta per bulan. Selain sebagai guru, dia juga bekerja serabutan. Sepulang mengajar TK, dia bekerja di rumah tangga sebagai pencuci piring atau buruh mencuci pakaian. "Uang tabungan milik saya lumayan banyak. Tabungan itu rencananya akan saya gunakan untuk membuat toko kecil di desa," tutur ibu seorang anak itu. Ketika pulang, sejumlah uang miliknya di pinjam saudara-saudaranya, termasuk Mawar, kakaknya, yang meminjam Rp 10 juta untuk merenovasi rumahnya. Selain itu, kakaknya yang lain, Indah, juga meminjam uang Rp 2,5 juta dan Zainal, adiknya, meminjam Rp 2 juta. Karena uangnya banyak dipinjam saudaranya, rencana dia membuat toko pun berantakan. "Saya gagal membuka toko karena tidak punya modal," tuturnya. Imawati yang pulang ke tanah air sekitar dua tahun lalu itu bingung memikirkan kondisi keuangannya sehingga antara Imawati dan kakak-kakaknya sering terjadi percekcokan. Setelah bingung merasakan kondisi ekonomi keluarganya, Imawati tak kuat menahan beban. Puncaknya terjadi Rabu (29/3) lalu. Otot Putus Diduga stres, dia mengambil sabit di dapur dan berniat memotong lengan kirinya. Dia kemudian memilih tempat yang sepi dan meletakkan tangannya di kursi lalu membabat tangan kirinya itu dengan sabit yang dipegang tangan kanannya. Beberapa ayunan sabit diperkirakan memutus otot tendonnya sehinga jari jempolnya tak bisa digerakkan. Korban pun menangis kesakitan dan didengar Zainal, Misdi, dan Marinem, ibunya. Suasana pun heboh. Bahkan para tetangga dekat juga berdatangan. Mereka kemudian membawa Imawati ke Puskesmas Ngrambe (Ngawi). Karena tidak mampu menangani luka yang diderita Imawati, petugas puskesmas itu kemudian mengirimnya ke RSUD di Jl Raya Sukowati Timur, Sragen. (nin-67n) |