| Jumat, 31 Maret 2006 | NASIONAL |
"Waspadai Ideologi Asing di Indonesia"SEMARANG - Kondisi bangsa Indonesia yang belum mampu bangkit dari krisis multidimensi antara lain disebabkan lunturnya semangat nasionalisme. Rasa bangga dan cinta terhadap tanah air sudah mulai menurun. Karena itu, Indonesia harus mampu kembali menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila. Artinya, tidak hanya menjadi pengikut ideologi suatu bangsa besar. Dengan begitu, akan memiliki landasan pembangunan yang murni dari warisan para leluhur. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPD PDI-P Jateng (bidang pemuda, mahasiswa, dan olahraga) Hendi Hendrar Prihadi di sela-sela dialog ''Pemuda Membangun Bangsa'' episode ketiga, Rabu (29/3) di Cakra TV Semarang. Menurut dia, masuknya ideologi asing dalam wilayah NKRI harus diwaspadai. Sebab hal itu bisa memecah belah kesatuan. ''Banyak negara di dunia yang terpecah belah karena tidak menyadari hal tersebut. Di Indonesia, beberapa wilayah sudah mulai bergolak ingin merdeka. Karena itulah kami mengadakan dialog ini untuk dapat menggugah semangat nasionalisme,'' katanya. Salah seorang pembicara dalam dialog bertema ''Relevansi Pancasila dalam Kehidupan Bernegara Saat Ini'' tersebut, Wijaya SH MH mengemukakan, Pancasila tidak hanya sebuah ideologi yang bertujuan untuk mengikat lima agama di Indonesia. ''Sebab Pancasila adalah ruh hidup yang merupakan jiwa dari NKRI,'' papar pengamat hukum itu. Pembicara lain, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDI-P Ara Sirait mengungkapkan, Pancasila adalah filosofi dasar NKRI yang harus selalu dijaga. Sebab merupakan pemersatu bangsa dari segala bentuk pluralisme. Adapun menurut Rektor Untag Drs St Soekirno MS, banyak usaha untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain yang tidak sesuai dengan kepribadian dan perikehidupan bangsa. Karena itu, perlu usaha untuk menanamkan ideologi bangsa itu kepada para generasi muda. (G7-62v) |