| Jumat, 31 Maret 2006 | SEMARANG |
Berbiaya Murah dan Terapkan Sistem Berbeda
SALATIGA- Rombongan Komisi X DPR RI yang dipimpin Zuber SyafawiSAg, mengunjungi SLTP Alternatif Qaryah Thayyibah di Kelurahan Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Selasa (28/3) sore. Komisi yang juga beranggotakan mantan pelawak Komaruddin itu, ingin melihat secara langsung proses pendidikan alternatif yang diterapkan di sekolah tersebut. SMP Alternatif Qaryah Thayyibah merupakan salah satu sekolah yang menerapkan sistem berbeda dalam proses belajar-mengajar. Sekolah yang dipimpin Bahrudin tersebut selain menjadi pilihan karena berbiaya murah dan diperuntukkan warga tidak mampu, diharapkan dapat menghasilkan output sesuai harapan dengan fasilitas nyaris sama. Bahrudin menuturkan, mata pelajaran yang digunakan di SLTP Alternatif Qaryah Thayyibah juga berbasis kurikulum nasional dan menginduk SMP setempat dengan sistem sekolah terbuka. Dalam pelaksanaannya lebih mempraktikkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) serta melengkapi pelajaran mereka dengan pengetahun internet. ''Ada hal-hal yang berbeda diterapkan di sekolah ini. Siswa yang berasal dari Kalibening telah menerapkan KBK secara penuh dan banyak belajar dengan alam,'' paparnya. Dia mengakui, keterbatasan biaya memang menjadi salah satu kendala dalam bidang pendidikan. Namun bagi SMP yang dipimpinnya, hal itu bukan masalah. Terbukti, keterbatasan tersebut menjadi daya tarik, sehingga membuat sejumlah pengamat pendidikan dan beberapa tokoh mendatangi untuk melakukan pengamatan. Bahrudin juga berniat mendirikan SMA sejenis di tempat tersebut. Hal itu atas inisiatif para siswanya pada tahun pelajaran mendatang, karena siswa tertinggi telah duduk di kelas III. Ada atau tidak ada legalitas, sekolah tingkat SMA yang juga memakai embel-embel alternatif tetap akan didirikan di Kalibening. Sementara itu, Zuber Syafawi mengungkapkan apresiasinya terhadap sekolah yang dipimpin Bahrudin. Bahkan, dia meminta Bahrudin membuat buku yang berisi landasan filosofi serta sistem pendidikan yang diterapkan di SMP Qaryah Thayyibah. Dengan harapan sistem tersebut juga dapat dipelajari oleh lembaga atau orang lain. Pada kesempatan itu, Zuber atas nama Komisi X DPR RI menyerahkan bantuan Rp 55 juta yang disaksikan Wakil Wali Kota Salatiga, John Manoppo SH. (H2-16s) |