logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Maret 2006 OLAHRAGA
Line

Chrisjon Diburu dan Memburu Lawan

LUPAKAN dulu impian kita menyaksikan petinju idola Indonesia masa kini Chrisjon berhadapan dengan bintang ring dunia sekaliber Marco "The Baby Face Assasin" Antonio Barrera, Erik "El Terrible" Morales (Meksiko) maupun Manny "The Destroyer" Pacquiao (Filipina).

Bahkan Chrisjon harus pula melupakan sejenak ambisinya menantang juara dunia WBC Takashi Kashimoto (Jepang) dalam unifikasi gelar WBA dan WBC.

Chrisjon (25) berhasil mempertahankan gelarnya sebagai juara dunia kelas bulu (57,1 kg) versi WBA (World Boxing Association) dengan mengalahkan petinju top asal Meksiko Juan Manuel "Dynamit" Marquez di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kaltim) 4 Maret silam. Kubu Marquez yang merasa menang dan tak puas atas kepemimpinan wasit Pirez Pineda (Panama) dan ketiga hakim (Oscar Perez/AS; Takeshi Shimakawa/Jepang; dan Pinit Prayadsab/Thailand), langsung melayangkan surat protes keras ke markas WBA. Dia meminta tanding ulang. Jadi bila WBA menyetujui duel ulang melawan Marquez, Chrisjon tak bisa menolak. Karena bila menolak, gelar Chrisjon bisa dicopot.

Baru jika setelah protes Marquez ditolak WBA, praktis pula atlet kelahiran Banjarnegara 14 September 1979 itu bebas menentukan pilihan pada penantang yang terdaftar di peringkat 10 besar WBA. Prediksi saya, kubu Chrisjon pasti akan mengincar lawan yang kualitasnya setingkat di bawah Marquez.

Jual Diri ke Jepang

Jose Cheo Rojaz, peringkat kedua WBA dan Venezuela bisa menjadi lawan berikut Chrisjon. Rojaz yang berpostur kekar tersebut di atas kertas masih dapat diatasi Chrisjon. Pasalnya Rojaz pernah ditaklukkan dengan angka oleh Chrisjon di Tenggarong, Desember 2004.

Lantas bagaimana jika atlet bertinggi badan 171 cm ini dihadapkan dengan Jorge Linares (Venezuela/3 WBA) dan Jose Pablo Estrela (Argentina/4 WBA)? Bisa saja Chrisjon menghadapi salah satu dari mereka untuk memperkaya pengalaman.

Sedangkan bila Chrisjon dihadapkan dengan Hiroyuki Enoki (Jepang/5 WBA)? Enoki juga pasti mampu diatasi oleh perekam rekor 37 kali menang (20 dengan KO)-0-1 tersebut. Namun membawa Enoki ke Indonesia bukan hal yang mudah, kecuali ia dibayar dengan honor tinggi. Logikanya, ya Chrisjon "menjual diri" ke Jepang, pasti ia akan dapatkan honor lebih tinggi dibanding saat melayani tantangan Marquez yang hanya 90.000 dolar AS (Rp 900 juta). Melawan Enoki di Jepang, Chrisjon bisa mengantongi 200.000-300.000 dolar AS (Rp 2-3 miliar). Pasalnya Chrisjon pernah pamer kekuatan di Tokyo dengan mempecundangi petinju tuan rumah Osamu Sato, dengan honor 100.000 dolar AS dalam upaya mempertahankan gelar yang pertama (Juni 2004).

Kemudian Spand Abazy, peringkat 6 WBA dari Denmark, juga bisa menjadi pilihan Chrisjon. (Paulus Noor Mulia-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA