| Rabu, 29 Maret 2006 | OLAHRAGA |
Menpora Khawatir PON XVII AmburadulJAKARTA - Menpora Adhyaksa Dault khawatir pelaksanaan PON XVII di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2008 mendatang akan amburadul. Hal itu terjadi mengingat banyak daerah menyampaikan protes di berbagai media massa, khususnya menyangkut dengan perpindahan atlet. "Saya membaca di koran ada daerah seperti Jambi dan Jawa Timur mengancam untuk memboikot pelaksanaan PON XVII itu, kalau berlangsung pemutasian atlet yang tidak sesuai aturan," kata Menpora di Jakarta, Selasa seusai mengadakan pertemuan dengan jajaran KONI Pusat yang dipimpin Sekjen, Rita Subowo. Bahkan DKI Jakarta pada Raparda (Rapat Paripurna Daerah) KONI pekan lalu juga mengancam hanya mengirimkan atlet kelas dua ke Kaltim itu. Menurut Menpora, yang menimbulkan banyak protes daerah itu karena adanya perubahan aturan pemutasian atlet dari 2,5 tahun menjadi 1,5 tahun harus berdomisili di daerah bersangkutan. "Kenapa aturan ini harus diubah, apa alasan perubahan masalah mutasi atlet tersebut? Saya sudah menanyakan kepada Bu Rita dan dinyatakan perubahan itu kehendak Kaltim dan bukan KONI Pusat," katanya. Sepak Bola Dikemukakannya, dirinya sengaja memanggil pengurus KONI Pusat untuk me- ngoordinasikan beberapa permasalahan termasuk persiapan atlet menghadapi Asian Games, Doha, Qatar. Pada event itu cabang sepak bola masih masuk dalam salah satu cabang yang akan diberangkatkan ke Doha itu. "Saya sudah meminta KONI untuk membahasnya. Kalau hanya alasan sekadar Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia 2007, lebih baik tidak diberangkatkan, kecuali memang untuk prestasi, walaupun dana sendiri. Kalau kalah siapa yang malu, tentu pemerintah karena membawa nama bangsa dan negara," ujarnya. Mengenai Pelatnas SEA Games sudah disepakati dilaksanakan mulai April mendatang dengan menggunakan dana talangan terlebih dahulu sebelum dana pemerintah cair. "KONI menyanggupi untuk melaksanakan Pelatnas SEA Games. Mereka juga sudah mengadakan pertemuan dengan induk organisasi olahraga serta menyatakan kesiapannya melaksanakan Pelatnas itu," demikian Adhyaksa Dault. (ant-28) |