| Rabu, 29 Maret 2006 | OLAHRAGA |
PSSI Bisa Dilarang Ikut Asian GamesJAKARTA-Menpora Adhyaksa Dault melontarkan pernyataan yang mengejutkan. Dia mengatakan tim sepak bola Indonesia belum tentu berangkat ke Asian Games 2006 di Doha, Qatar, kendati pembiayaannya ditanggung sepenuhnya oleh PSSI sementara KONI Pusat berkenan memberangkatkannya. Hal tersebut dikemukakannya ketika menjawab pertanyaan wartawan seusai menerima tim taekwondo yang akan berkompetisi dalam kejuaraan Islamic Solidarity, di Jeddah, Arab Saudi. Adhyaksa sebelumnya ditanya pendapatnya mengenai kepastian cabang sepak bola negeri ini ikut Asian Games, berkaitan dengan rencana PSSI melakukan pelatihan ke Belanda atau Uruguay untuk tim yang akan diterjunkan ke Doha. Mengenai hal itu, Menpora mengatakan belum tentu. Lebih lanjut dia juga menegaskan, yang selama ini menyatakan tim sepak bola berangkat ke Asian Games adalah Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar. "Kan masih ada lembaga pemerintah yang kedudukannya di atas KONI Pusat, dalam hal ini Menpora. Jadi Menpora bisa saja melarang sepak bola diberangkatkan ke Asian Games," tegasnya. Dia juga menyatakan, meski cabang itu akan berangkat ke Asian Games dengan biaya sendiri, bukan berarti pemerintah bisa mengizinkannya. "Kita menginginkan cabang-cabang yang berangkat ke Asian Games adalah cabang yang berprestasi." Tampil Buruk Adhyaksa mencontohkan tim sepak bola putri yang tampil buruk di SEA Games 2005 Filipina. "Kita tak ingin tim sepak bola Asian Games 2006 menjadi bulan-bulanan seperti timnas putri di SEA Games Filipina," ujarnya. "Menurut saya sebaiknya tim sepak bola menuntut ilmu saja lebih dulu di dalam negeri," lanjutnya. Disinggung tentang adanya imbauan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) agar KONI Pusat mengikutkan cabang sepak bola ke Asian Games, setelah empat kali tak diberangkatkan, Menpora mengatakan itu urusan KONI Pusat dengan AFC. "Kita hanya ingin menampilkan cabang-cabang yang tidak membawa malu nama bangsa dan negara," tuturnya. Pendapat ini disayangkan oleh kalangan sepak bola nasional. Ketua Bidang Pembinaan PSSI Subardi menyatakan, jika benar Menpora berpendapat demikian, maka dia tidak menyadari sepak bola adalah cabang yang paling digemari rakyat. "Karena itu saya yakin kalau grass root sangat menginginkan sepak bola dikompetisikan di tingkat regional atau internasional. Kalau soal prestasi, saya kira itu nomor dua," kata pria yang juga anggota DPD mewakili DIY itu. Subardi juga mengingatkan, seandainya Kantor Menpora menghalangi penampilan timnas sepak bola di Asian Games, maka Menpora bisa ditafsirkan memungkiri peran serta dan keterlibatan masyarakat dalam membesarkan sepakbola. "Dia harus ingat bahwa sepak bola bisa besar seperti ini karena uang rakyat juga," tegasnya. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat Kusnan Ismukanto, yang juga Direktur Pelatnas Asian Games 2006, menolak mengomentari pernyataan Menpora. "Karena itu statement Menpora, ya, tetap harus kita hormati. Saya kira nanti juga Pak Agum akan duduk satu meja dan bicara secara mendalam dengan Menpora," ujar Kusnan Ismukanto. Dari orang dalam PSSI, Kaharuddin Syah dan Ibnu Munzir, sama-sama menyatakan belum mau memberikan komentar karena belum tahu persis pernyataan Menpora itu. (wgm-22) |