logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Maret 2006 NASIONAL
Line

Renovasi Ruang Kelas Rusak Butuh Rp 2,6 T

  • Akurasi Data Dipertanyakan

SEMARANG - Renovasi 89.755 ruang kelas yang rusak di Jateng pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/ MA serta SMK sedikitnya membutuhkan dana Rp 2,6 triliun.

Pengalokasian dana itu, menurut hitungan Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Thontowi Jauhari, Rp 1,6 triliun untuk perbaikan 33.441 ruang kelas rusak berat dan sisanya untuk perbaikan 56.314 ruang kelas rusak ringan. Hitungan itu berdasarkan asumsi, perbaikan satu ruang rusak berat membutuhkan dana Rp 50 juta sedangkan satu ruang yang rusak ringan Rp 30 juta.

''Pemprov seharusnya menjabarkan rencana perbaikan ruang kelas yang rusak secara jelas melalui tahapan-tahapan dalam APBD. Kalau hanya statemen, persoalannya tidak akan selesai,'' ujar wakil rakyat dari PAN itu, Selasa (28/3).

Sepengetahuan dia, Dinas P dan K Jateng telah berencana merenovasi 3.500 ruang kelas SD/MI dan 104 ruang kelas SMP/MTs pada 2007.

Thontowi mempertanyakan penanganan pada sisa ruang kelas lain -yang jumlahnya puluhan ribu- dengan kondisi juga rusak berat.

Dia mendesak Pemprov untuk segera merealisasikan nota kesepahaman (MoU) Pemerintah Pusat yang bakal mengambil porsi 50%, Pemprov 30%, dan pemkab/ pemkot 20% dalam perbaikan ruang kelas yang rusak saat ini.

''Bila benar Pemprov bakal mengambil porsi 30% maka dana yang harus disediakan minimal Rp 700 miliar. Kalau pada 2007 baru menetapkan jumlah ruang kelas yang diperbaiki sebesar itu, apakah pada 2008 bisa selesai?''

Akurasi Data

Thontowi menyoroti data jumlah ruang kelas yang disuguhkan Dinas P dan K Jateng sejak 2004 yang tidak berubah hingga sekarang. Dengan demikian, pihaknya mempertanyakan akurasi data yang diberikan instansi tersebut. Karena semenjak dia menjadi wakil rakyat di DPRD Jateng, sudah beberapa kali ada pengajuan anggaran perbaikan ruang kelas. Namun pada kenyataannya, tidak ada perubahan dalam dua tahun terakhir ini.

Secara terpisah, Kepala Dinas P dan K Jateng Drs Rodjikin MM mengemukakan, pihaknya akan mengambil peran renovasi 30% dari jumlah total ruang kelas SD/MI dan SMP/MTs yang rusak berat. Pada 2006 ini, pihaknya menargetkan perbaikan 1.189 ruang kelas SD/MI dan 205 ruang pada jenjang SMP/MTs.

''Sementara itu pada 2007, kami akan merenovasi 3.500 ruang kelas di SD/MI dan 104 ruang di SMP/ MTs. Serta, satu tahun berikutnya giliran perbaikan pada 4.867 ruang kelas SD/MI dan 50 ruang kelas SMP/MTs,'' ungkapnya kepada sejumlah anggota Komisi X DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ke Jateng pada masa persidangan III. (H7-64j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA