| Rabu, 29 Maret 2006 | NASIONAL |
Operasi Lebih Cepat 1,5 Jam
SURABAYA - Jalannya operasi face off (rekonstruksi wajah secara total) yang dijalankan tim dokter RSUD Dr Soetomo Surabaya atas pasien bernama Siti Nur Jazilah (Lisa) berjalan lancar. Hingga pukul 18:00, operasi sudah memasuki tahap ketiga. Jalannya operasi di tahap pertama dan kedua, lebih cepat dibanding jadwal yang ditentukan. "Operasi tahap pertama lebih cepat satu jam, sedangkan taha kedua lebih cepat setengah jam. Dengan demikian, kami bisa mempercepat jalannya operasi pada tahap pertama dan kedua selama satu setengah jam," ujar Ketua Tim Medis Operasi Face Off, dokter M Sjaifuddin Noer SpBP kepada wartawan di gedung bedah pusat terpadu RSUD Dr Soetomo Surabaya, Selasa (28/3) petang. Dia mengemukakan, saat operasi tahap pertama dan kedua dijalankan, tim medis tak menemukan hambatan berarti. Kemungkinan terjadinya pendarahan di bagian tubuh yang dioperasi, yakni di bagian punggung, paha, dan wajah, tidak terjadi. "Syukur alhamdulillah, operasi tersebut berjalan lancar. Kami berusaha keras, tapi semuanya kami serahkan kepada Allah SWT," tambah Sjaifuddin. Bedah Mikro Operasi tahap pertama dan kedua, memang belum masuk tahapan paling pelik, yakni penyambungan pembuluh darah di daerah wajah. Sjaifuddin menjelaskan, penyambungan pembuluh darah di wajah Lisa sebanyak enam bagian, dan setiap sambungan pembuluh darah membutuhkan tempo satu jam. "Paling cepat enam jam. Itu pun, kerja tim medis dibantu dengan mikroskop untuk melakukan penyambungan pembuluh darah. Kami memakai metode bedah mikro dalam menjalankan operasi itu. Dalam hal itu, tim medis tak bisa kerja cepat-cepatan. Yang harus diperhatikan adalah, jangan sampai terjadi kesalahan. Sebab, kalau ada kesalahan akibatnya berat. Yang penting hasilnya harus bagus. Kami tak mungkin kerja cepat-cepatan," jelasnya. Berdasarkan jadwal yang disusun tim medis, operasi face off atas Lisa dibagi dalam empat tahap. Pada tahap pertama, dilakukan operasi di sisi kanan, yakni Lisa diposisikan miring ke kanan atas. Pada tahap pertama itu, dilangsungkan operasi atas draping kepala, punggung, dan paha D. Tahap pertama juga dilangsungkan operasi preservasi resipient site (facial) D, preservasi donor site D, dan ambil kulit donor sekunder. Operasi tahap pertama diperkirakan berlangsung selama tiga jam, yakni sejak pukul 09.30 sampai 12.30. "Kenyataannya kami menyelesaikan operasi tahap pertama satu jam lebih maju," ujar Sjaifuddin. Adapun operasi tahap kedua, dilakukan di bagian sisi kiri badan Lisa. Korban parutan wajah akibat disiram air keras itu, posisi tubuhnya dimiringkan ke kiri atas. Tujuannya, agar tim medis bisa menjalankan operasi atas bagian draping kepala, punggung, dan paha S. Di samping itu, pada tahap kedua tersebut juga dilangsungkan operasi preservasi resipient site (facial) S, preservasi donor site (scapula) S-potong pedikel, dan pengambilan kulit donor sekunder (STG femoral S). "Pada operasi tahap kedua itu, tim medis mampu bekerja dengan baik dan lebih cepat setengah jam," tambahnya. "Sekarang sedang dilangsungkan operasi tahap ketiga," jelasnya. Tahap keempat, dilangsungkan operasi pada sisi kanan tubuh Lisa. Wanita berusia 22 tahun tersebut diposisikan miring ke kanan atas. Pada tahap itu dilakukan operasi potong pedikel D, operasi tutup defek sekunder D, dan dressing donor flap D. Tekanan Darah Normal Hingga operasi tahap kedua selesai dan memasuki operasi tahap ketiga, kondisi fisik Lisa tetap baik. Artinya, tak ada kejadian serius, seperti pendarahan atau gejala medis bersifat buruk lainnya, yang dialami pasien selama operasi berlangsung. "Tekanan darahnya normal," katanya. Sementara itu dokter Gwendy Aniko SpBP, anggota tim dokter lainnya, kepada wartawan menyatakan selama operasi berlangsung, terutama di wajah Lisa, tim medis harus bertindak sangat cermat. Terutama ketika menemukan jaringan syaraf di wajah pasien. Sekali melakukan kesalahan pada jaringan syaraf, maka akibatnya bisa buruk terhadap pasien. "Makanya, syaraf tak usah dicari. Istilahnya lebih baik tak ketemu syaraf selama operasi berlangsung. Cirinya jaringan syaraf, ada yang berwarna kuning dan putih," kata dia. Pada tahap keempat, dilakukan operasi di daerah wajah Lisa. Pada operasi itu, posisi pasien telentang guna dilakukan operasi eksisi scar medical, anastomose kanan dan kiri, insetting flap, dan dressing. Pada tahap keempat itu, juga dijalankan operasi pemberian antibiotika. Operasi keempat tersebut diperkirakan berakhir pukul 24.00. "Setelah operasi, pasien ditempatkan di ruang khusus di ICU. Dalam tempo lima hari, kami akan mengetahui bagaimana kondisi tempelen kulit di wajah pasien, apakah menempel dengan sempurna atau tidak. Kalau tak berhasil, biasanya terjadi infeksi atau bekas operasi mengeluarkan bau tak sedap. Kalau hasilnya bagus, pasien dipindahkan ke ruang khusus dengan tempat tidur khusus antigravitasi," jelas Sjaifuddin. Dokter Agus Santoso Budi, anggota tim dokter lainnya menyatakan, operasi face off terhadap Lisa baru tahap pertama. Jika operasi tahap itu berhasil, dibutuhkan tempo selama enam bulan sampai setahun untuk penyembuhan lukanya. (G14-60a) | ||||