| Rabu, 29 Maret 2006 | MURIA |
Purseseine Diminta Jauhi Matasiri
REMBANG - Kapal nelayan jenis mini purseseine untuk sementara waktu diminta tetap tidak berlabuh di sekitar perairan Matasiri, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Hal itu karena nelayan di sana masih mengancam akan merusak kapal ikan jenis tersebut. Komandan Pos Keamanan Laut (Kamla) Rembang S Rahardjo mengatakan, kapal mini purseseine dengan lampu yang sangat terang mengakibatkan ikan-ikan yang sudah berada di sekitar rumpon yang ditanam oleh nelayan lokal, lari menjauh. ''Akibatnya, timbul kecemburuan di kalangan nelayan lokal terhadap kapal tersebut. Karena itu, selama pemerintah sedang mengadakan pendekatan kepada masyarakat di sana, kapal jenis itu untuk sementara waktu sebaiknya tidak merapat dahulu di Matasiri. Hal ini untuk menghindari bentrokan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,'' tegasnya. Bentrok antarnelayan di perairan Pantai Matasiri telah menelan satu korban jiwa dan tiga kapal rusak. Tiga kapal yang rusak tersebut adalah kapal motor (KM) Dharma Samudera asal Juwana Pati, KM Sumber Laut asal Rembang, dan KM Mutiara Sakti asal Tegal. Sumbang Rp 30.000 Rahardjo menambahkan, nelayan di perairan Matasiri sebagian besar masih menganggap kapal mini purseseine mengakibatkan kemerosotan hasil tangkapan mereka. ''Nelayan setempat masih belum bisa menerima kehadiran kapal jenis ini. Mereka juga masih mengirimkan ancaman kepada awal kapal mini purseseine yang merapat di Matasiri,'' tuturnya. Untuk kapal cantrang, lanjut Rahardjo, sudah mulai diperbolehkan merapat di perairan Pantai Matasiri. Mengutip penuturan salah satu nakhoda KM Sumber Bahagia II, Kusnan, Dan Kamla Rembang menjelaskan, kapal cantrang yang merapat di Matasiri harus memberikan sumbangan kepada pihak desa sebesar Rp 30.000. Mengenai kapal yang telanjur dirusak, menurut Rahardjo, sudah ada usaha untuk meminta bantuan kepada pemerintah. Hanya, hingga saat ini dia mengaku belum menerima kabar turunnya bantuan tersebut. (H19-65v) |