| Rabu, 29 Maret 2006 | MURIA |
Lumpur Ganggu Pengguna Jalan
PATI - Sembilan hari setelah banjir bandang melanda wilayah Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, tumpukan lumpur menggunung di pinggir jalan raya, Selasa (28/3) kemarin. Gundukan lumpur tersebut kebanyakan buangan dari halaman rumah-rumah penduduk. Gundukan lumpur paling banyak terdapat di sepanjang Jl P Sudirman Tayu-Jepara, mulai dari sebelah utara Masjid Besar Tayu di Desa Tayu Wetan hingga Tayu Kulon. Gundukan lumpur yang mulai mengering juga terlihat di Jl RA Kartini dan Jl P Diponegoro mulai dari sekitar Rumah Sakit Kristen (RSK) Tayu hingga pertigaan sekitar jembatan. Warga yang tinggal tidak jauh dari gundukan lumpur itu mengatakan, Selasa (28/3) kemarin, untuk mengangkut dan membuang lumpur tersebut dibutuhkan bantuan pihak berkompeten, khususnya dinas/instansi terkait. ''Alat-alat berat mutlak diperlukan. Tanpa itu, sudah pasti pembersihan gundukan lumpur di pinggir jalan sangat lambat. Kalau dibebankan kepada warga, jelas tidak mungkin. Mereka sudah kecapaian membersihkan lumpur di rumah sendiri,'' ujar Agus, seorang warga Tayu Wetan. Pengobatan Sementara itu, kemarin SMA Negeri Tayu mulai membenahi pagar halaman sisi selatan sepanjang hampir 80 meter. Pagar tersebut roboh diterjang banjir. Pekerjaan perbaikan diserahkan pada rekanan yang tadinya mengerjakan proyek tersebut. Dan sejak Senin (27/3) lalu, Gereja Bethel Tabernakel Maranata Sambiroto membuka pos pelayan kesehatan mulai dari pukul 12.00 hingga 15.00. Agus Imam Santoso, aktivis gereja itu, mengatakan pelayanan kesehatan diberikan kepada para korban banjir. Pengurus gereka itu juga membagi-bagikan nasi bungkus kepada warga yang belum bisa memasak nasi karena dapur di rumah mereka belum memungkinkan digunakan untuk memasak lagi. Bantuan lain yang telah diberikan kepada warga adalah beras sebanyak lima ton. ''Kami juga membagikan 150 lembar selimut dan 15 lembar kasur,'' katanya.(ad-58) |