logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Maret 2006 BANYUMAS
Line

Bundaran RS Margono Jadi Terminal

PURWOKERTO- Bundaran Patung Gatot Subroto di depan RSUD Margono Soekardjo Purwokerto, kini menjadi terminal bayangan. Setiap hari mikrobus jurusan Purwokerto-Purbalingga-Bobotsari mangkal di tempat itu, sebelum masuk terminal bus baru Purwokerto.

Jarak bundaran itu ke terminal sekitar dua kilometer. Sebelum sampai bundaran, mikrobus tersebut tak mendapat banyak penumpang, sehingga pendapatan menurun. Sebagian tidak bisa setor, bahkan ada yang berhenti operasi untuk sementara.

Kendaraan tersebut mangkal di bundaran untuk mencari penumpang, baik yang hanya masuk terminal maupun ke Purbalingga dan Bobotsari. Mikrobus-mikrobus itu baru melaju jika sudah membawa banyak penumpang.

Setelah terminal bus dipindah ke tempat baru memang terjadi perubahan rute angkutan umum. Bus dan mirkobus dari timur lewat jalur lama masuk terminal bus. Keluar dari terminal langsung ke Sokaraja lewat Jalan Sultan Agung-Jalan Menteri Soepeno-Sangkalputung.

Dengan demikian, tidak lagi ada kendaraan umum jenis bus atau mikrobus yang lewat depan RSUD Margono Soekardjo ke timur.

Jalur keluar baru itu masih sepi. Mikrobus yang keluar terminal dan tidak dapat penumpang kembali ngetem di tempat tersebut, setelah berputar lewat Sangkalputung atau masuk Jalan Menteri Supeno.

Beberapa awak mikrobus yang ditemui kemarin mengungkapkan, setelah jalur dibuat satu arah, pendapatan turun dua kali lipat. ''Perubahan jalur membuat kami tambah sengsara. Kita mangkal di sini dulu (RSUD Margono) untuk mencari penumpang yang mau masuk terminal atau ke Purbalingga dan Bobotsari. Lumayan, sekali jalan bisa mendapat Rp 15.000-Rp 20.000,'' kata Jumari (40), sopir mikrobus Cahaya Indah.

Pendapatan Turun

Carmo (35), sopir mikrobus ALS menceritakan, saat di teminal lama sehari pendapatan kotor bisa Rp 270.000-Rp 300.000. Dipotong untuk membeli solar sekitar Rp 140.000, sehingga penghasilannya bisa Rp 30.000-Rp 50.000.

''Kita meminta khusus mikrobus jurusan Bobotsari tetap bisa keluar-masuk lewat jalur ini (RSUD Margono). Kalau tidak, lama-lama kita tidak bisa setor dan banyak yang berhenti beroperasi,'' ungkapnya.

Mikrobus jurusan Bobotsari ada sekitar 120, sedangkan minibus jurusan Pemalang yang juga lewat Bobotsari hampir 100.

''Coba bayangkan, jarak sekitar 35 km diperebutkan banyak angkutan,'' kata Carmo.

Dwi Pindarto, Kepala Bidang Angkutan, Transportasi, Pos dan Telekomunikasi pada Dinas Perhubungan mengatakan, keluhan awak angkutan jurusan Purwokerto-Bobotsari akan dijadikan salah satu bahan untuk evaluasi akhir April mendatang bersama Organda. (G22, bd-27s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA