logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Maret 2006 BANYUMAS
Line

Ditemukan Tiga Kasus Suspect DB

BANJARNEGARA- Selama Maret, ditemukan tiga kasus suspect (dicurigai) penderita demam berdarah (DB) yang dirawat di BRSUD Banjarnegara. Namun setelah dilakukan tes laboratorium, hasilnya negatif.

Direktur BRSUD Banjarnegara Sri Handono mengatakan, penentuan kasus suspect itu berdasarkan tanda-tanda klinis, yakni demam tiga hari berturut-turut dan timbul bercak merah di kulit.

Jika ada pasien dengan tanda-tanda tersebut, pihaknya segera menangani dengan dokter spesialis dan melakukan uji laboratorium.

''Kalau hasilnya positif, kami harus segera melaporkan kejadian itu ke Dinas Kesehatan untuk secepatnya ditangani,'' ungkapnya.

Secara geografis, tutur dia, Banjarnegara tidak cocok untuk berkembang nyamuk Aedes aegypti. Sebab, nyamuk penyebar virus DB itu biasa berkembang biak dengan baik di daerah pantai, sedangkan Banjarnegara pegunungan.

Hal tersebut, urai dia, didukung oleh penyebab demam berdarah yang kerap datang dari luar daerah. Misalnya kasus tahun 2005 yang berasal dari Bekasi dan Yogyakarta, karena penderita kuliah di sana.

Meski demikian, dia menyarankan masyarakat agar tetap waspada dengan menjaga kesehatan lingkungan.

Sebab, nyamuk penyebar virus DB bertelur dengan cara berpindah-pindah, sehingga menyebar di beberapa tempat.

Lain dengan nyamuk Anopheles penyebab malaria, yang cenderung bertelur pada satu tempat. Masyarakat diminta mewaspadai tempat-tempat yang potensial menampung air, yakni kaleng bekas, bak mandi, dan ban bekas.

''Telur nyamuk Aedes aegypti jika langsung kontak dengan tanah akan mati. Masa penetasan telur delapan-12 hari. Karena itu, sering-seringlah menguras bak mandi dan tempat air serta mengubur benda-benda yang potensial menampung air,'' tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara Masrifan Djamil mengatakan, dari Januari hingga Maret tercatat ada 11 penderita DB. Beberapa tempat yang terjangkit adalah sekitar Pasar Mandiraja, Rakit, Wanayasa, dan Banjarnegara.

''Jika melihat jaraknya, kemungkinan kecil DB yang ada saat ini berasal dari Banjarnegara. Kemungkinan dibawa oleh penderita dari luar daerah atau nyamuk terbawa kendaraan dari luar daerah,'' ungkapnya.(H25-27s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA